CLUSTER PEMKAB: Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bekasi jadi cluster baru penyebaran Covid 19 setelah 45 ASN terpapar virus ini.

Dari Disdukcapil, Tarkim, Dinkes dan Dinas Cipta Karya

CIKARANG PUSAT – Sebanyak 45 Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Bekasi terdampak virus Covid-19. Hal itu dikatakan, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah kepada Cikarang Ekspres, Senin (18/1/2021).
“Kemarin total 45 ASN yang terdampak Covid -19,” kata Alamsyah.
Terang dia, bahwa kluster ASN tersebut meningkat semenjak periode minggu lalu, dikarenakan mereka terkena dari lingkungan tempat tinggal kemudian masuk di kantor.
“Untuk ASN yang terkena yaitu dari Disdukcapil, Tarkim, Dinkes, Dinas Cipta Karya. Saat ini mereka diisolasi,” tandasnya. 
Sementara itu Kepala Disdukcapil, Hudaya mengatakan untuk dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) yang terkena virus Covid-19 sebanyak 33 karyawan. 
“Sementara ini saya membatasi untuk komunikasi tatap muka, karena 33 staf saya positif covid-19, ajudan, staf dan sopir saya positif, sekdin, kabid juga positif, mohon maklum,” katanya. 
Kemudian, usai diketahui ada staf positif, area pelayanan Kantor Disdukcapil langsung dilakukan pentupan sementara.
Kegiatan Administrasi Sistem Informasi Kependudukan (Adminduk) dilakukan secara terbatas maupun online.
“Mulai Senin (11/1/2021) lalu, kami hanya melayani melalui daring (online), dan loket semua ditutup, kecuali loket legalisir,” kata dia. 
Saat ini, kata Hudaya, sekitar 25 persen pegawai tetap menjalankan Work From Office (WFO), bekerja dari kantor.
Kemudian, sebanyak 75 persen melakukan Work From Home (WFH), bekerja dari rumah.
Kendati demikian, pegawai yang ditugaskan WFO tidak semuanya bisa masuk.
“25 persen staf WFO, dan 75 persen WFH. Akan tetapi, pegawai yang WFO masih tidak lengkap, karena sebagian positif Covid-19,” terangnya.
Hudaya memohon maaf kepada warga Kabupaten Bekasi.
Dirinya meminta seluruh pelayanan Administrasi kependudukan digelar lewat online.
Tujuannya untuk menghindari kontak langsung antara pegawai dan pemohon.
Adapun pelayanan secara langsung, akan kembali dilakukan setelah situasi membaik.
“Pelayanan daring terus berjalan. Tapi untuk layanan secara langsung, masih menunggu situasi membaik dulu. Kecuali jika memang sangat membutuhkan,” tandasnya. (har/red) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here