Jaksa “Unjuk” Capaian, Aktivis Sentil Prokes

0

KARAWANG- Tak mau pimpinanya disentil minim kinerja, jaksa di Karawang “pamerkan” kinerja mereka selama satu tahun terakhir. Di sisi lain, aktivis antikorupsi yang belum lama ini mengritik kinerja Kejari Karawang justru menyentil acara peringatan ulang tahun kepala Kajari Karawang, Rohayatie yang fotonya diunggah oleh Bupati Karawang, Cellica Nurrchadana di akun pribadinya.

Kasie Pidana Khusus (Pidss) Kejaari Karawang, Dannie Chaeruddin menuturkan, pihaknya sejak satu tahun terakhir menangani dua perkara dugaan tindak pidana korupsi. Satu sudah menetapkana dua tersangkan dan kasus peradilannya sedang berjalan di engadilan Tipikor Bandung (Kasus dugaan korups bantan pendidikan), satu lagi kasus yang
Sudah satu tahun sejak ditangani, belum kunjung ada penetapan tersangka yakni kasus dugaan korupsi proyek dam parit DAK Dinas Pertanian.

Tak hanya itu saja, kepada awak media, Dannie menyebut pihaknya pun tengah melakukan perkembangan perkara dugaan kasus korupsi PDAM Tirta Tarum(Skandal Jilid II) yang merupakan limpahan kasus penanganan kepolisian.

“Dan sampai hari ini, ada satu penyelidikan, terkait dengan perkembangan perkara yaitu untuk perkara PDAM, adalah tahap pemeriksaan saksi mahkota, atau saling bersaksi,” jelasnya kepada awak media.

“Dan untuk perkara SMK dengan tersangka LS ini sama, agendanya masih tahap di pembuktian di persidangan dan untuk penyidikan ES ini masih tahapan pemeriksaan para saksi,” timpalnya lagi.

Sementara itu, lanjut Dannie, Untuk Perkara Dinas Pertanian, sampai saat ini masih tetap berjalan dan dimaksimalkan prosesnya.

Jikapun kemudian perkara Distan ini terkesan lambat dalam perjalanannya, hal itu kata Dannie, karena banyaknya para pihak yang harus dimintai keterangan. Untuk kelompok tani saja ada sekitar 109 Kelompok Tani, belum lagi PPM, UPTD sampai Ke Dinas.

” Dan untuk penyelidikan perkara Dinas Perikanan, sampai saat ini kita masih berkoordinasi dengan pihak Inspektorat terkait perkembangan perkara tersebut,” ulasnya.

“Itulah kegiatan- kegiatan yang sedang kita laksanakan,” imbuh Dannie lagi.

Dannie menjelaskan, kenapa pihaknya terkesan lamban dalam menangani perkara Distan dan Dinas Perikanan, karena kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki Kejaksaan.

Ditambah lagi, kondisi saat ini yang sedang Pandemi Covid-19, dimana segala kegiatan dibatasi. Namun begitu, ia menegaskan pihaknya akan tetap berusaha menyelesaikan secepat mungkin.

Dannie juga menyampaikan, pihak Kejaksaan Negeri Karawang juga sudah menyelamatkan keuangan negara sepanjang tahun 2019, sebesar kurang lebih Rp. 250 juta. Dengan rincian Rp. 199.986.932 Uang Pengganti dan Rp. 50 juta Denda.

“Dengan perkara terpidana H. Ana Priatna, Kasus Penyalahgunaan Pengelolaan Keuangan Desa Pancawati Anggaran tahun 2016,” terangnya.

Dan Penyelamatan Keuangan Negara tahun 2020, sebesar Rp. 500 juta, dengan rincian Uang Pengganti sebesar Rp. 300 juta dan dua buah sertifikat hak milik atas 2 bidang tanah/sawah yang masih dalam proses lelang. Dan uang denda sebesar Rp. 200 juta.

Disentil Prokes
Sementara itu, aktivis yang sebelumnya menyentil terlalu dekatnya hubungan Kajari Karawang dan Bupati Karawang, Pancajihadi Al PAnji merasa prihatin dan menyayangkan foto-foto yang diupload Bupati Karawang, Cellica Nurrchadiana dalam akn instagram pribadi miliknya yang berisi perayaan ulang tahun Kajari Karawang, Rohayatie di aula kantor Kejari Karawang pada Selasa 19 Januari 2021 lalu.
“Saya merasa miris ketika karawang sedang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan masih menyandang zona merah ditambah peningkatan covid19 yang cukup memperhatikan, ini malah pejabat yang nota bene garda terdepan dalam pengendalaian covid ini malah menunjukkan perilaku yang jauh dari sense of crises,” kata dia dalam rilis ang diterm KBE.
Apalagi kata Panji, perayaan kecil itu dirayakan pada sela-sela jam kerja. Padahal, kata dia, justru di banyak perkantoran saat ini sedang memberlakukan lebih banyak WFH dibanding WFO dengan dengan prokes yang lebih ketat.
|”Ini malah melakukan urusan kepentingan pribadi. Harusnya bersabar menahan diri dan memberi contoh yang baik walapun bagaimana mereka itu adalah publik figure,” katanya.
“Kalau melihat foto-foto tersebut, kami menilai perayaan ulang tahun Kajari tidak bisa dikatagorikan mendadak atau kejutan melainkan perayaan yang sudah direncanakan terbukti dengan adanya hidangan dan dekorasi layaknya sebuah pesta ulang tahun biasa. Lebih mirisnya lagi ada foto melibatkan balita dengan masker terlepas,” timpalnya.
Panji mengaku sudah melaporkan foto-foto dan mengrimkan linknya ke WhatsApp dan e-mail pengaduan Kejaksaan Agung.
“Biarlah Kejaksaan Agung Republik Indonesia yang menilai. Kami sebagai masarakat hanya bisa sebatas melaporkan,” tukasnya. (wyd/mhs/spd)
.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here