Tingkatkan Ekonomi Warga Pesisir Karawang, PHE Kembangkan Pusat Restorasi dan Pembelajaran Mangrove

0
SOROT: Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana (jongkok pakai kerudung) menanam mangrove bersama pejabat dan warga Pasir Putih, Kerawang (dok-phe)

KARAWANG- Peresmian Pusat Restorasi Pembelajaran Mangrove Pantai Pasir Putih Desa Sukajaya Kecamatan Cilamaya Kulon oleh Bupati Karawang Cellica  Nurrachadiana, didampingi Vice President Relations PHE, Ifki Sukarya, dan Ketua DPRD Karawang, Pendi Anwar, Kamis (24/10/2019).

Proyek ini hasil kejasama  PT Pertamina Hulu Energi (PHE) ONWJ dengan Dinas Perikanan Kab Karawang dalam upaya mengembangkan Eduecowisata Mangrove di kawasan pesisir Karawang dimulai kerja sama dari 2016. Program ini melibatkan KKPMP (Kelompok Kerja Pemberdayaan Masyarakat Pesisir) dan Pokwasmas (Kelompok Pengawas Masyarakat).

Kabupaten Karawang, Jawa Barat terus berbenah dengan meningkatkan sarana dan prasarana umum, khususnya kawasan wisata pesisir. Bekerja sama dengan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) melalui anak perusahaannya, PHE Offshore North West Java (ONWJ), warga Karawang kini dapat menikmati wisata edukasi Pusat Restorasi dan Pembelajaran Mangrove (PRPM) Pasir Putih.

Kawasan wisata edukasi PRPM Pasir Putih secara simbolis diresmikan langsung oleh Bupati Kab. Karawang, Cellica Nurrachadiana. Sekitar 70 hektar bibir pantai di Dusun Pasir Putih, Desa Sukajaya Kecamatan Cilamaya Kulon ini telah ditanami lebih dari 20 hektar mangrove oleh PHE ONWJ. Dan pantai yang sebelumnya telah tergerus abrasi ini terus diupayakan untuk dipercantik dengan hijaunya tanaman mangrove.

Bupati Karawang  Cellica sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada pihak PHE ONWJ yang telah membangun kawasan PRPM di wilayahnya, karena selain mempercantik kawasan pesisir Pasir Putih, adanya PRPM ini juga dapat meningkatkan taraf hidup warga seiring dengan meningkatnya kunjungan wisatawan ke tempat ini.

VP Relations PHE, Ifki sukarya, menjelaskan, kawasan ini merupakan salah satu kawasan yang cukup dekat dengan area kerja PHE ONWJ, melalui pengembangan PRPM ini PHE telah membuktikan diri menjadi salah satu perusahaan yang dekat dengan masyarakat.

Program penanaman mangrove yang terus berlangsung setiap tahunnya. Bukan saja sebagai upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, tetapi kini menjadi tanggungjawab bersama penyelamatan alam pesisir oleh masyarakatnya.

Pihak PHE ONWJ sangat dekat dengan masyarakat setempat karena telah turut membangun sarana infrastruktur secara bertahap pada lokasi yang dikemudian hari bisa menjadi lokasi Eko Wisata ini.

Mangrove dengan varietas api-api Cenia black dan Lezipora terus ditanam hingga saat ini lewat kemitraan bersama PHE ONWJ yang semakin memudahkan akses perluasan tanaman pencegah rob dan abrasi ini, antara lain dengan membangun trek jembatan kayu 50 meter,  penahan sampah dan gelombang hingga pelatihan dan ekosistemnya yang turut melengkapi kecantikan mangrove di Pasirputih.

“Kita bangga, kini Pasir Putih jadi Pusat Restorasi dan Pelatihan Mangrove (PRPM), dinas dan perusahaan BUMN ambil bagian untuk ikut berkontribusi pada penyelamatan alam ini,” ujar Sahari, salah seorang warga di Pasir putih.

Ifki Sukarya menambahkan, persoalan lingkungan adalah tanggungjawab bersama sampai anak cucu. Dirinya merasa bangga atas kemitraan bersama masyarakat pesisir Pasir Putih, Pemkab Karawang, dan Pokmaswas.

Dalam hal ini pihaknya,  ikut  dalam program pemberdayaan masyarakat pesisir, tinggal komitmennya saja, karena kunci kesuksesan atas perawatan lingkungan dan tanaman mangrove ini adalah pada komitmen masyarakatnya yang  kompak menjaga alam.

Tentunya dengan melihat kekompakan semua pihak dalam penanaman mangrove ini, dirinya semakin yakin, bahwa mangrove di Pasirputih bisa terawat, terjaga dan semakin cantik. (rie/mhs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here