PRESTASI SEA GAMES: Desiana Syafitri dan Emma Ramadinah saat meraih emas di ajang SEA Games 2019 lalu.

Padepokan Judo Taruna Karawang Lahirkan Atlet-Atlet Andalan

Padepokan Judo Taruna Karawang (PJTK) tak hanya menjelma menjadi kekuatan cabang olahraga (cabor) judo Karawang dan Jawa Barat. Klub yang bermarkas di samping kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karawang ini menjadi sumber lahirnya atlet-atlet andalan Indonesia dalam cabor sambo dan kurash.


AYI PURNAMAKarawang


Perhelatan Asian Games yang digelar di Indoensia pada 18 Agustus hingga 2 September 2018 menjadi bukti kehebatan PJTK dalam membina atlet. Saat itu, tercatat ada enam atlet asal PJTK yang berlaga, yaitu Imam Maulana (sambo), Anggun Nurajijah (sambo), Mutiara Amanda (sambo), Billy Sugara (kurash), Bayu Febrian Rahman (kuras), dan Dhiva Alfais (kurash).
Tak berhenti sampai di situ, PJTK lagi-lagi berhasil meloloskan empat atlet hasil binaannya ke ajang olahraga bergengsi se-Asia Tenggara, SEA Games 2019. Mereka yaitu Dhiva Alfais dan Mutiara Amanda (kurash), serta Desiana Syafitri dan Emma Ramadinah (sambo).
Hebatnya, dalam ajang yang berlangsung di Filipina dari 30 November hingga 11 Desember 2019, Desiana Syafitri dan Emma Ramadinah berhasil mempersembahkan medali emas cabor sambo untuk kontingen Indonesia dari nomor mixed team.
Saat itu, pada partai puncak, Emma dan Desiana yang berkolaborasi dengan Erik Gustam, Rio Bahari, dan Senie Kristian mengalahkan atlet wakil Thailand di Angeles University Foudation Gymnasium, Filipina.
“Keberhasilan PJTK melahirkan atlet-atlet yang bisa diandalkan Indonesia tak lepas dari kerja keras atlet, pelatih, dan dukungan orang tua, serta doa dari seluruh masyarkat Karawang,” ujar pelatih kepala sekaligus pendiri PJTK, Arnold Silalahi, kepada KBE, Rabu (1/4).
Dijelaskan Arnold, untuk lebih memaksimalkan proses latihan dan mewadahi atlet-atlet Karawang yang ingin berlatih beladiri sambo dan kurash, saat ini pengurus PJTK juga telah membentuk Sambo Taruna Karawang dan Kurash Taruna Karawang.
“Bahkan dalam lembaga pelatihan olahraga beladiri yang kami dirikan yaitu Karawang Budokan, kami juga menyediakan pelatihan beladiri lainnya dengan instruktur berpengalaman dan berprestasi. Seperti Muaythai MMA Black Tiger Karawang, Jujitsu, dan Padepokan Gulat Taruna Karawang. Khusus latihan cabor kurash pada Senin, dan sambo pada Sabtu,” jelasnya.
Diceritakan Arnold, terbentuknya PJTK yang merupakan klub judo satu-satunya di Karawang ini berawal dari kepedulian pengurus Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Karawang. Pasalnya, hingga berdirinya satu tahun Pengcab PJSI (2004-2005), di Karawang belum terdapat satu pun klub judo.
“Oleh karena itu, atas inisiatif Pak Rahman Sahiri (ketua PJSI 2004-2008), Pak Tatang Yudianto (2008-2012), pak Sinabang (2012-2020) dan saya yang saat itu dipercaya sebagai pelatih, sepakat mendirikan PJTK,” ucapnya.
Ditambahkan Arnold, di awali sebanyak 30 atlet yang berlatih, kini PJTK memiliki lebih dari 100 judoka yang terdaftar. Tak hanya atlet dewasa, PJTK juga aktif membina atlet-atlet junior mulai dari usia enam tahun.
“Untuk judo proses latihan digelar dari hari Senin hingga Sabtu dalam setiap pekannya. Semoga prestasi atlet-atlet Karawang baik cabor judo, sambo, kurash, dan lainnya terus meningkat dalam setiap kejuaraan yang diikuti baik saat membela klub, Karawang, Provinsi Jawa Barat bahkan Indonesia,” katanya.
Untuk diketahui, tak kalah hebatnya dari sambo dan kurash, cabor judo juga rutin meraih prestasi baik di tingkat provinsi (Porda), nasional (PON),bahkan internasional. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here