Hewan-Hewan Ini Nyaris Punah Akibat Serangan Kucing, Salah Satunya Otter Laut!

hewan-hewan
Hewan-Hewan Ini Nyaris Punah Akibat Serangan Kucing
0 Komentar

4. Kucing gunung Cina

Satu hewan yang unik di Dataran Tinggi Tibet adalah kucing gunung Cina. Mata mereka berwarna biru yang mencolok, ekornya lebat, dan penampilannya menyerupai kucing rumahan.

Kucing liar (Felis silvestris) dan kucing gunung Cina (Felis silvestris bieti) berbeda secara genetik. Menurut Science Advance, hubungan perkawinan antara kucing gunung Cina dan kucing domestik adalah hal yang umum. Karena begitu banyak gen kucing domestik yang ditemukan di Cina, diperkirakan kecenderungan ini akan menyebabkan hilangnya keragaman genetik pada kucing gunung Cina.

5. Numbat

Australia adalah rumah bagi hewan berkantung berkantung yang dikenal dengan sebutan Numbat. Spesies ini menyerupai hibrida antara thylacine dan tupai, dan menurut Numbat Project, saat ini jumlahnya kurang dari 1.000 ekor. Penyebab utama penurunan jumlah mereka adalah hilangnya habitat dan predasi rubah dan kucing liar.

6. Kadal Otago

Baca Juga:7 Jenis Anjing yang Mudah Dirawat dan Cocok sebagai Hewan Peliharaan7 Buah yang Sebaiknya Dikonsumsi Utuh Tanpa Dibuat Jus atau Smoothie

Kucing liar merupakan ancaman bagi kelangsungan hidup beberapa reptil di Selandia Baru, termasuk kadal Otago. Departemen Konservasi di Selandia Baru memperkirakan bahwa kemungkinan hanya ada 2.000 kadal otago yang masih hidup, yang dapat mencapai panjang 30 cm. Reptil ini tidak beradaptasi untuk menghindari dimakan kucing. Kadal otago menjadi sasaran empuk akibat kucing yang menginvasi habitat aslinya.

7. Otter laut

Kucing rumahan merupakan ancaman bagi populasi berang-berang laut. Alasannya, ketika kucing buang air kecil, parasit Toxoplasma gondii yang dibawanya dapat hancur ke laut. Toxoplasma gondii diketahui dapat membuat berang-berang laut sakit dan mati.

Menurut penelitian yang telah dipublikasikan di jurnal Proceedings: Jurnal Biological Sciences, populasi kucing domestik merupakan sumber parasit yang membunuh berang-berang. Sebuah studi yang diterbitkan di Frontiers in Marine Science pada Maret 2022 merinci peradangan lemak tubuh yang unik pada empat berang-berang laut yang mati, dan akibatnya, kucing membahayakan beberapa makhluk.

Karena dianggap sebagai hama, sejumlah besar kucing yang tidak dijinakkan dibunuh di Australia, mensterilkan kucing di rumah akan membantu mengelola populasi kucing. Selain itu, karena kucing dapat menjadi hama di alam liar, jangan membuangnya. Kamu bisa menghalangi kemampuan anabul untuk berburu dan membunuh makhluk lain dengan mengenakan kalung di lehernya.

0 Komentar