Rekomendasi 13 Buku Self Improvement Terbaik Untuk Menemani Waktu Ngabuburit dengan Bijak

Rekomendasi-Buku-Untuk-Ngabuburit
Rekomendasi 13 Buku Self Improvement Terbaik untuk Menemani Waktu Ngabuburit
0 Komentar

7. Atomic Habits: An Easy & Proven Way to Build Good Habits & Break Bad Ones (2018)

Gagasan yang disampaikan dalam buku James Clear adalah bahwa untuk melakukan perubahan besar dalam hidup, kita harus melakukan penyesuaian yang lebih kecil dan bertahap, yang disebutnya sebagai Atomic Habits, yang pada akhirnya akan membawa kita pada kunci kebahagiaan dalam kesuksesan jangka panjang. Dalam bukunya, James Clear menjelaskan bagaimana seseorang dapat mengubah hidup mereka secara dramatis dengan melakukan perubahan kecil dan teratur yang menjadi kebiasaan tahan lama yang mengarah pada perubahan diri yang positif.

8. How To Respect Myself (2020)

Buku ini mendorong pembaca untuk mempelajari arti sebenarnya dari harga diri, bersama dengan saran tentang bagaimana mempraktikkannya. Harga diri sangat penting dalam berbagai aspek kehidupan. Dr. Yoon menguraikan beberapa elemen utama yang memengaruhi harga diri serta langkah-langkah yang terlibat dalam mempraktikkan konsep harga diri dalam berbagai konteks.

9. What’s Wrong With Your Self Healing (2021)

Baca Juga:Waspadai Sinyal Bahaya: 9 Alasan Mengapa Sering Mengidam Makanan Asin yang Perlu Kamu KetahuiSenang dan Produktif Saat Menstruasi: 15 Cara Ampuh Mengatasi Nyeri Menstruasi yang Tidak Mengganggu Aktivitas

Buku yang ditulis oleh Ardhi Mohammed ini menjelaskan hambatan yang dapat menghalangi upaya penyembuhan diri seseorang. Buku ini juga membahas kesalahan yang dilakukan orang dalam upaya penyembuhan, menekankan bagaimana kehidupan awal seseorang dan ikatan keluarga dapat meningkatkan rasa harga diri dan kesejahteraan emosional mereka, dengan menangani masalah yang belum terpecahkan dari masa lalu dan memberikan solusi.

10. I Want To Die But I Want To Eat Tteokpokki (2022)

Narasi buku ini mengikuti penulis Baek Se Hee saat ia berjuang melawan depresi kronis yang dikenal sebagai dysthymia. Buku ini dipenuhi dengan laporan langsung dari konsultasi mingguan penulis dengan psikiaternya, yang menggambarkan jalan sulit penulis melalui gejolak batin secara informal namun sangat rinci.

Di antara isu-isu lainnya, ia berjuang melawan kebencian terhadap diri sendiri, tekanan dari luar, rasa rendah diri karena selalu dibanding-bandingkan, dan gangguan kecemasan. Buku ini berfungsi sebagai pengingat yang berguna bahwa meminta bantuan saat dibutuhkan adalah sebuah kekuatan dan bukan tanda kelemahan untuk hidup.

11. Merawat Luka Batin (2022)

0 Komentar