” Masyarakat makan 3 kali sehari, kami masak pagi2.500 , siang 2.500, dan sore 2.500, dilakukan selama 3 hari. Jumlah jiwa yang ikut mengungsi sebanyak 3.020 jiwa di Rengasdengklok, jadi bukan 27.000 seperti informasi yang beredar,” tuturnya.
Masih kata Azis, dirinya mengaku pada hari pertama dan kedua pihaknya keteteran, sedangkan pada hari ketiga sudah mulai turun. Dalam memasak di dapur umum diberlakukan piket bergilir 20 orang tenaga dari Dinsos.
“Kami berharap dengan adanya dapur umum ini masyarakat yang mengungsi itu kebutuhan dasarnya bisa terpenuhi, karena mereka mengungsi itu nga bisa masak, kita yang suplay makanannya,” pungkasnya. (*)