Sementara itu, Sekretris BKPSDM Karawang Gerry Sigit Samrodi, menyampaikan, bahwa melalui SIMPELIN, kami tidak hanya mendigitalisasi proses, tetapi juga membangun transparansi, efisiensi, dan kenyamanan bagi seluruh pihak, mulai dari ASN, pensiunan, hingga stakeholder terkait.
“Fitur-fitur unggulannya, seperti dashboard informasi, notifikasi otomatis, dan layanan konsultasi online, akan memudahkan semua pihak dalam mengakses informasi pensiun,” tuturnya.
Aplikasi SIMPELIN ini merupakan pilot project pelayanan digital di BKPSDM, kedepannya semua pelayanan di BKPSDM termasuk kenaikan pangkat, laporan disiplin ASN, pengembangan SDM dan lainnya semuanya akan online dengan penambahan fitur di SIM ASN, oleh karena itu ASN harus selalu update data di SIM ASN nya.
Baca Juga:Unsika Mencatat Sejarah Baru Sebagai Kampus Internasional di Karawang, Ini KelebihannyaSekda Dedy Ultimatum ASN dan PPPK: Kabupaten Bekasi Wajib Apel, Jangan Setengah Hati!
Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian, dan Sistem Informasi (PPSI) BKPSDM, Nendi Sopandi, menyampaikan bahwa pensiun adalah sesuatu yang pasti akan dihadapi oleh setiap ASN, mau tidak mau, suka tidak suka. Oleh karena itu, tidak perlu dipusingkan secara berlebihan—jalani saja dengan tenang.
Ia juga menekankan bahwa sebagai ASN, harus senantiasa berdoa serta bekerja dengan baik dan benar agar kelak, ketika memasuki masa pensiun, segalanya dapat berjalan lancar tanpa tersangkut masalah hukum atau persoalan lainnya.
Selain pelayanan digital dengan SIMPELIN, kata dia, pihaknya juga telah memetakan keinginan, bakat dan minat calon purna bhakti dengan mengedarkan kuisioner dan hasilnya sebagai bahan tindak lanjut BKPSDM.
“Calon pensiunan harus terbiasa dengan apliksi digital, karena setelah pensiun nanti pelayanan dari Taspen juga serba digital, kami memperkenalkan aplikasi SIMPELIN ini sebagai latihan, agar para calon pensiunan terbiasa dengan aplikasi digital nantinya,” pungkas Nendi. (Siska)
