BEKASI, KBEonline.id – Pemerintah Kabupaten Bekasi menaruh perhatian serius pada pengembangan sekolah vokasi sebagai solusi strategis dalam menjawab kebutuhan sumber daya manusia (SDM) industri di wilayahnya.
Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang menegaskan bahwa sekolah vokasi memiliki peran penting karena tidak semua lulusan SMA melanjutkan ke perguruan tinggi. Sebagian besar justru ingin langsung bekerja setelah lulus.
“Sekolah vokasi sangat penting, karena bisa menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Dengan begitu, kita bisa menekan angka pengangguran,” ujar Ade Kuswara Kunang kepada Cikarang Ekspres.
Baca Juga:Satnarkoba Polres Karawang Bongkar Peredaran Ganja 3,5 Kilogram, Tiga Orang DitangkapPolres Karawang Tindak Penjual Obat Keras Tertentu di Adiarsa
Untuk mewujudkan hal tersebut, kata Ade, pihaknya tengah mendorong kolaborasi antara sekolah menengah kejuruan (SMK) maupun sekolah menengah atas (SMA) dengan dunia industri dengan Provinsi Jawa Barat.
Pemerintah juga menggandeng Dinas Ketenagakerjaan agar lebih aktif mengajak perusahaan ikut berkontribusi, salah satunya melalui program tanggung jawab sosial (CSR) yang diarahkan pada pendidikan vokasi. “Alhamdulillah, sudah ada beberapa perusahaan yang terlibat,” tambah Ade.
Selain memperbanyak sekolah vokasi, Pemkab Bekasi juga berencana mengembangkan pusat keunggulan (center of excellence) di bidang-bidang tertentu yang relevan dengan kebutuhan industri. Ade menyebutkan, sektor otomotif, elektronik, maupun teknologi digital menjadi fokus yang potensial.
“Anak-anak kita harus diarahkan sesuai bidangnya masing-masing. Yang terpenting, mereka punya keterampilan dan bisa langsung terserap kerja,” katanya.
Agar lulusan vokasi benar-benar siap kerja, Ade menekankan pentingnya penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan industri. Praktik langsung di pabrik menjadi salah satu metode pembelajaran yang akan diperkuat.
“Selain teori di sekolah, praktik di lapangan akan membuat siswa terbiasa dengan dunia kerja. Kurikulum juga bisa disesuaikan dengan program perusahaan,” jelas Ade.
Dalam lima tahun ke depan, orang nomor satu di Kabupaten Bekasi itu menargetkan sekolah vokasi menjadi tulang punggung penyedia tenaga kerja terampil. Untuk itu, Bupati Ade meminta Dinas Ketenagakerjaan dan Dinas Pendidikan menyusun peta jalan (roadmap) pengembangan sekolah vokasi serta mendorong inovasi kolaborasi bersama perusahaan.
Baca Juga:Rekomendasi Tempat Wisata Gratis di Karawang, Cocok untuk Healing atau Lepas Penat Usai Kerja SeharianHukum Poligami dalam Islam: Pengertian dan Syarat yang Wajib Dipahami
“Saya ingin ini bukan hanya wacana. Sekolah vokasi harus benar-benar menjadi solusi pengangguran di Kabupaten Bekasi,” tandasnya. (Iky)
