“Kemajemukan ini harus kita rawat bersama. Unsika bukan lagi hanya kampus Karawang, tetapi simbol persatuan dari keberagaman bangsa. Kita siap menyambut Indonesia Emas dengan semangat persatuan dan budaya akademik yang kuat,” ujarnya.
Menutup sambutannya, ia menyampaikan bahwa usia 11 tahun bukanlah usia muda bagi sebuah perguruan tinggi.
“Ini adalah kelanjutan dari perjuangan panjang sejak Unsika masih berstatus swasta. Kini kita harus bangkit dengan semangat baru, percaya diri, dan yakin bahwa Unsika layak bersaing dengan perguruan tinggi lain di Indonesia,” pungkas Ade Maman. (Aufa)
