KBEonline.id- 100 Tahu Bendungan Walahar, tempat ini makin jadi destinasi yang ikonik bagi Kabupaten Karawang. Walahar adalah sebuah bendungan yang terletak di Desa Walahar, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang.
Bendungan Walahar dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda antara tahun 1918 dan 1925 di atas Sungai Citarum, Klari, Karawang, untuk mengairi sawah di Karawang secara irigasi.
Pengerjaannya selesai dan mulai beroperasi pada tanggal 30 November 1925, dengan insinyur ahli hidrologi Belanda, C. Swaan Koopman, sebagai pengawasnya.
Baca Juga:Kades Jayasampurna Minta Bupati Bekasi dan Gubernur Jabar Evaluasi Program PKH dan BLT KesraTiga Bocah Tenggelam di Kali Cikarang, Baru 2 yang Ditemukan
Tujuannya adalah untuk menahan dan menaikkan muka air Sungai Citarum untuk disalurkan ke Saluran Induk Tarum Utara, yang pada awalnya digunakan untuk mengairi sekitar 87.396 hektar sawah.
Pembangunan dan Operasi AwalPeriode Pembangunan: Antara tahun 1918 dan 1925.
Saat itu pengawasnya bernama C. Swaan Koopman, seorang insinyur hidrologi Belanda.Tujuannya mengairi sawah di Karawang dan sekitarnya, meningkatkan hasil pertanian, serta mengendalikan banjir di musim hujan.
Tanggal Operasi 30 November 1925 jadi tepat 100 tahun tanggal 30 November 2025 ini.
Bendungan Walahar membendung aliran Sungai Citarum untuk menaikkan ketinggian air dan mengalirkannya ke saluran irigasi melalui bangunan penerus, yang kemudian dialirkan ke berbagai saluran irigasi lainnya. Bendungan memiliki lebar sekitar 50 meter.Terdiri dari tiga bagian utama:Bagian bawah dengan 5-6 pintu penahan air (jumlahnya berbeda di beberapa sumber, kemungkinan karena renovasi).Jembatan setinggi 3 meter yang menghubungkan Klari dan Anggadita.Ruang mesin untuk mengatur sistem bendungan.
Pintu air dioperasikan menggunakan mesin diesel. Bendungan Walahar telah mengalami renovasi dan rehabilitasi untuk menjaga kelestariannya.
Renovasi pertama dilakukan pada tahun 1989, diikuti dengan rehabilitasi menyeluruh pada tahun 2009 untuk menyesuaikannya dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan air.
Meskipun sudah tua, bendungan ini masih berfungsi secara maksimal dan menjadi bagian dari infrastruktur heritage yang penting bagi irigasi di Karawang, serta menjadi destinasi wisata sejarah.
Selain sejarah pembuatannya ada juga legenda dan misteri yang beredar di tengah-tengah masyarakat sekitar.
Baca Juga:Pertama Kalinya, Turnamen Antar Perusahaan Monitor ERP Football Cup 2025 Resmi Digelar di BISFKisah Mama Siti, Mengubah Buah Pala Menjadi Komoditi yang Diburu Brand Parfum Dunia
Menurut legenda, Bendungan Walahar memiliki sejarah yang panjang dan terkait dengan kerajaan-kerajaan di Jawa Barat.
Salah satu legenda mengatakan bahwa sebelum dibangun Belanda pada awalnya bendungan ini dibangun oleh seorang patih yang memiliki kesaktian dan dapat mengendalikan air.
