94.9 Persen Warga Karawang Cukup Pangan dan Gizi, Angka Ketidakcukupan Jadi Turun 5.1 Persen

Ist
Ist
0 Komentar

KBEonline.id- Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Karawang, Jawa Barat mencapai 5,1% pada 2024.

Angka tersebut turun 0,83% dari tahun sebelumnya sebesar 5,93%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir naik 1,68%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 8,27% pada 2024. Berarti, PoU di Kabupaten Karawang lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata nasional.

Baca Juga:Ketika Rumah Jadi Tempat Staycation Paling Nyaman di Musim Hujan, 5 Cara Menikmati Ketenangan dan KehangatanSEKDA BARU SEMANGAT BARU, Endin Harus Bisa jadi ‘Wasit Birokrasi’

Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kabupaten Karawang yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 5,1% dari total penduduk.

Dibandingkan dengan 26 kabupaten/kota lain di Provinsi Jawa Barat, PoU di Kabupaten Karawang ada di urutan ke-5. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kota Depok (4,52%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kota Bogor (7,98%).

Berikut ini daftar PoU terendah di 10 kabupaten/kota Provinsi Jawa Barat pada 2024.

Kota Depok: 4,52%

Kabupaten Bekasi: 4,6%

Kota Bekasi: 4,88%

Kabupaten Garut: 5,02%Kabupaten Karawang: 5,1%

Kota Banjar: 5,13%

Kabupaten Pangandaran: 5,22%

Kota Tasikmalaya: 5,31%

Kabupaten Cianjur: 5,37%Kabupaten Sumedang: 5,43%

Pengertian Angka Ketidakcukupan Konsumsi Pangan Penduduk

Angka Ketidakcukupan Konsumsi Pangan Penduduk (AKKPP) adalah persentase penduduk yang memiliki konsumsi pangan di bawah standar kecukupan energi dan protein yang direkomendasikan.

AKKPP digunakan sebagai indikator untuk mengukur tingkat kecukupan pangan penduduk suatu negara atau daerah.

Baca Juga:RESMI: Susunan Pemain Persib Bandung vs Madura United, Dewangga Akhirnya Dapat Kesempatan StarterDPD Golkar Jabar Gelar Pendidikan Politik Berbasis Data di Cikarang, Ini Targetnya…

Faktor yang Mempengaruhi AKKPP

AKKPP dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti tingkat pendapatan, harga pangan, ketersediaan pangan, dan aksesibilitas pangan.

Selain itu, faktor-faktor seperti pendidikan, kesehatan, dan lingkungan juga dapat mempengaruhi AKKPP. Misalnya, penduduk yang memiliki pendidikan rendah dan pendapatan rendah cenderung memiliki AKKPP yang lebih tinggi.

Dampak AKKPP

AKKPP yang tinggi dapat memiliki dampak negatif pada kesehatan dan produktivitas penduduk. Kekurangan pangan dapat menyebabkan malnutrisi, anemia, dan penyakit lainnya.

Selain itu, AKKPP yang tinggi juga dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan suatu negara.

0 Komentar