Basarnas Masih Cari 1 dari 3 Korban Tenggelam di Kali Cikarang 

Korban tenggelam
Evakuasi 2 korban yang sudah ditemukan.
0 Komentar

KBEonline.id- Tim Basarnas Bekasi menemukan dua dari tiga bocah yang dilaporkan tenggelam di Kali Cikarang, Desa Karangbaru, Kecamatan Cikarang Utara. Kedua korban, masing-masing bernama Fatan dan Abiyasa, ditemukan pada Minggu (30/11/2025) pagi.

Komandan Tim Basarnas Bekasi, I Putu Suartika menjelaskan bahwa korban pertama atas nama Abiyasa ditemukan pukul 10.00 WIB pada jarak sekitar 1 kilometer dari lokasi kejadian. Sementara korban kedua, Fatan, ditemukan pukul 10.35 WIB di jarak 1,3 kilometer, tidak jauh dari korban pertama.

“Kedua korban kami temukan dalam kondisi mengambang, jadi tinggal kami evakuasi,” ujar Putu kepada Cikarang Ekspres.

Baca Juga:100 Tahun Bendungan Walahar, Antara Arsitektur Belanda dan Legenda Patih Sakti dari Kerajaan SundaKades Jayasampurna Minta Bupati Bekasi dan Gubernur Jabar Evaluasi Program PKH dan BLT Kesra

Ia menjelaskan bahwa pada hari pertama kejadian, Sabtu (29/11), pencarian belum membuahkan hasil karena laporan baru masuk ke Basarnas sekitar pukul 18.00 WIB. Saat itu, informasi mengenai tenggelamnya korban masih simpang siur karena tidak ada saksi yang menyaksikan secara jelas.

Berdasarkan keterangan warga, para korban diketahui sedang bermain di pinggiran kali sekitar pukul 12.00 WIB. Diduga kuat, derasnya debit air menjadi penyebab mereka terseret arus.

“Arus kemarin cukup deras,” kata Putu.

Ketiga bocah tersebut disebut bermain tanpa pengawasan orang dewasa.

Hingga kini, satu korban lainnya masih belum ditemukan. Basarnas memastikan pencarian akan dilanjutkan sesuai SOP, yakni selama tujuh hari operasi.

“Pencarian hari ini dilakukan hingga pukul 17.00 WIB, dan dilanjutkan dengan pemantauan visual dari darat pada malam hari,” kata Putu.

Untuk operasi ini, Basarnas Bekasi menerjunkan 6 personel, bergabung bersama tim SAR gabungan. Putu mengakui bahwa hambatan di lapangan cukup banyak, seperti sampah dan bebatuan di aliran sungai, yang sedikit menghambat proses pencarian.

Karena kondisi arus deras dan visibilitas nol, penyelaman tidak memungkinkan. Tim hanya menggunakan teknik menjangkar untuk menyisir area sungai.

“Kalo untuk upaya khusus karena ini arusnya juga deras mungkin kita hanya lakukan teknik menjangkar. Kalo untuk penyelamat tidak mungkin dikarenakan untuk visibiliti 0 dan berbahaya untuk penyelam,” ungkapnya.

Baca Juga:Tiga Bocah Tenggelam di Kali Cikarang, Baru 2 yang DitemukanPertama Kalinya, Turnamen Antar Perusahaan Monitor ERP Football Cup 2025 Resmi Digelar di BISF

Lebih lanjut, Putu mengimbau masyarakat dan pemerintah desa setempat untuk memasang peringatan bahaya di sepanjang bantaran kali. “Agar anak-anak tidak bermain di pinggir kali,” tandas Putu. (Iky)

0 Komentar