KBEonline.id- DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan pendidikan politik berbasis data sebagai upaya menyatukan kekuatan kader di tingkat daerah. Kegiatan ini melibatkan struktur partai dari Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Karawang, Purwakarta, Sumedang, Majalengka, hingga Subang.
Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Ace Hasan Syadzily, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi untuk memastikan seluruh kader solid dalam menyukseskan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Partai Golkar harus menjadi bagian dari kekuatan politik yang memastikan jalannya pemerintahan Presiden Prabowo. Program prioritas seperti makan bergizi gratis, cek kesehatan gratis, Koperasi Merah Putih, Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, dan program strategis lainnya harus dipastikan berjalan dengan sukses,” kata Ace di Cikarang, Minggu (30/11).
Baca Juga:Adam Przybek Siap Didepak Persib, Kiper Naturalisasi Indonesia Dirumorkan Datang DesemberGEBRAKAN Puluhan Pemuda di Bekasi Gerakkan Perbaikan Jalan Rusak yang Mangkrak Puluhan Tahun
Ia menyampaikan bahwa seluruh kader yang berada di posisi eksekutif maupun legislatif mulai dari bupati, wakil bupati, hingga anggota DPRD kabupaten, kota, dan provinsi wajib memastikan program-program tersebut difasilitasi dengan baik.
Ace menyatakan optimisme bahwa Jawa Barat sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia mampu merealisasikan program-program prioritas pemerintah pusat dengan baik. Ia mencontohkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini tingkat penerima manfaatnya terus meningkat.
“Sekarang sudah melebihi 60 persen. Kami minta kader monitor, berikan masukan positif, dan jika ada kekurangan harus diberikan masukan yang konstruktif,” ujarnya.
Ia juga menilai bahwa program MBG dapat menjadi peluang bagi masyarakat untuk menggerakkan ekonomi di level bawah, seperti pemasok telur, sayuran, daging, dan bahan pangan lainnya.
Dalam kesempatan tersebut Ace juga menyinggung kebijakan Presiden Prabowo mengenai Koperasi Merah Putih yang dinilainya mirip dengan keberadaan KUD pada masa Orde Baru.
“Kami berharap Koperasi Merah Putih bisa menjadi ekonomi kekeluargaan yang tumbuh dari bawah dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat,” katanya.
Menurut Ace, kelembagaan Koperasi Merah Putih di Jawa Barat sudah terbentuk, tinggal mendorong aspek operasional agar segera berjalan, termasuk untuk memenuhi kebutuhan pertanian, LPG, dan berbagai kebutuhan masyarakat lainnya.
