Mengapa Kita Sering Menunda Pekerjaan? Begini Penjelasan Lengkapnya! 

Suka Menunda Pekerjaan
Suka Menunda Pekerjaan
0 Komentar

KBEONLINE.ID – Prokrastinasi atau menunda pekerjaan telah menjadi fenomena yang dialami banyak orang di berbagai bidang—mulai dari pelajar, pekerja kantoran, freelancer, hingga pengusaha. Meskipun sering dianggap sebagai bentuk kemalasan, para peneliti menemukan bahwa perilaku ini jauh lebih kompleks dan berkaitan dengan mekanisme emosi serta cara otak memproses tugas-tugas yang dianggap berat.

Prokrastinasi Bukan Masalah Kemalasan

Secara psikologis, prokrastinasi muncul ketika seseorang mencoba menghindari emosi negatif yang berkaitan dengan suatu tugas. Perasaan seperti bosan, takut gagal, kewalahan, atau tidak percaya diri dapat memicu dorongan untuk menghindar. Otak kemudian mencari jalan pintas untuk mendapatkan kenyamanan instan, yang biasanya hadir dalam bentuk hiburan, media sosial, atau kegiatan lain yang lebih menyenangkan.

Para ahli menjelaskan bahwa ini bukan persoalan kurangnya kemauan, melainkan kegagalan dalam mengatur emosi. Seseorang bisa sangat ingin menyelesaikan tugasnya, tetapi tetap memilih menunda karena ketidaknyamanan mental yang muncul sebelum mulai bekerja.

Baca Juga:Persib Bandung Wajib Menang Saat Bertamu ke Madura United!Pertamina Patra Niaga Regional JBB Pastikan Layanan SPBU KM 57A Siap Hadapi Masa Libur Nataru 2025/2026

Dua Sistem Otak yang Saling Tarik-Menarik

Secara neurologis, kebiasaan menunda dipengaruhi oleh dua bagian otak yang bekerja secara berbeda:

1. Sistem Limbik

Bagian ini dikenal sebagai pusat pengatur emosi instingtif. Sistem ini mendorong manusia untuk mencari kenyamanan dan menghindari ancaman atau ketidaknyamanan. Ketika ada tugas yang dianggap berat atau membosankan, sistem ini memicu reaksi “melarikan diri”, sehingga seseorang lebih memilih aktivitas menyenangkan yang memberikan kepuasan langsung.

2. Korteks Prefrontal

Bagian ini berperan dalam berpikir rasional, mengatur rencana jangka panjang, dan membuat keputusan penting. Inilah wilayah otak yang membantu seseorang merencanakan masa depan dan menjalankan tugas yang membutuhkan konsentrasi.

Prokrastinasi terjadi saat Sistem Limbik mengambil kendali lebih besar dibanding Korteks Prefrontal. Semakin besar tekanan, semakin kuat sistem ini mendorong seseorang untuk menghindari tugas tersebut.

Mengapa Otak Mudah Menghindar?

Tugas tertentu—seperti mengerjakan laporan, belajar materi ujian, menyelesaikan pekerjaan rumah, atau merapikan ruangan—sering kali dianggap menekan, membosankan, atau sulit. Pada saat itu, otak menganggap tugas tersebut sebagai sesuatu yang “berbahaya” secara emosional. Ini berbeda dengan bahaya fisik; bahaya emosional bisa berupa rasa gagal, rasa tidak mampu, atau takut dinilai.

0 Komentar