Transformasi Sampah Menjadi Solusi Ekonomi: Ketangguhan Ikeu sebagai Wajah UMKM Perempuan Indonesia

Ketangguhan Ikeu sebagai Wajah UMKM
Ketangguhan Ikeu sebagai Wajah UMKM
0 Komentar

KBEonline.id— Di sebuah sudut kecil Kabupaten Garut, Septiana Ike Puspitasari, akrab disapa Ikeu, menemukan cara baru untuk bertahan hidup sekaligus membawa perubahan bagi lingkungannya.

Berawal dari keterbatasan modal untuk membuka usaha, ia memanfaatkan ponsel dan aplikasi Mitra Bukalapak untuk berjualan produk digital seperti pulsa, paket data, dan token listrik. Namun perjalanan Ikeu tidak berhenti di sana.

Ia menghadirkan sebuah inovasi sosial yang unik dan berdampak: menjadikan sampah sebagai alat tukar.Berbeda dari warung tradisional pada umumnya, Ikeu juga menerima pembayaran dalam bentuk sampah anorganik: botol plastik, kardus, hingga kertas, yang dikumpulkan tetangganya.

Baca Juga:Maybank Cycling Series Il Festino 2025, Gowes Ke-BIKE-an untuk Lingkungan dan Sosial yang NyataPersib Bandung Bantai 4-1 Madura United, Thom Haye Cetak Gol Perdana

Sampah yang terkumpul kemudian ia pilah, bersihkan, dan jual kepada pengepul. Hasilnya dikonversi menjadi saldo atau nilai tukar untuk pembelian produk digital maupun kebutuhan pokok melalui aplikasi Mitra Bukalapak.

Bagi masyarakat sekitar, langkah ini mengubah paradigma: sampah yang dulu dianggap tak bernilai kini menjadi aset ekonomi yang membantu memenuhi kebutuhan harian.

“Inilah cara kami saling bantu. Kalau tetangga tidak punya uang, mereka bawa barang bekas. Yang penting halal, dan semua bisa terbantu,” ujar Ikeu.

Inovasi sosial ini tidak lahir begitu saja. Keberanian Ikeu berawal dari program pelatihan berkala dari Mitra Bukalapak bernama Sinau Hero, pelatihan berkala yang ia ikuti untuk memahami dasar-dasar waste management.

Program ini menjadi bekal penting baginya untuk mengelola sampah secara lebih sistematis: mulai dari edukasi pemilahan, penilaian jenis sampah, hingga teknik sederhana pengolahan awal sebelum dijual.

Sementara pembelajaran tentang pengembangan usahanya, mulai dari pencatatan keuangan, pelayanan pelanggan, hingga strategi usaha kecil, ia dapatkan melalui Komunitas Juwara Mitra Bukalapak.

Kombinasi dua ruang belajar ini membentuk pondasi kepercayaan diri dan kapasitas Ikeu untuk membangun model usaha yang bukan hanya menguntungkan, tetapi juga memberi dampak lingkungan yang nyata.

Baca Juga:PKN II Angkatan XXIII BPSDM Jabar, Kepala Bappeda Raih Predikat Lulusan Teristimewa94.9 Persen Warga Karawang Cukup Pangan dan Gizi, Angka Ketidakcukupan Jadi Turun 5.1 Persen

“Modal saya adalah kepercayaan. Kalau pelanggan merasa aman dan terbantu, mereka pasti kembali,” kata Ikeu.

Di wilayah tempat tinggalnya yang jauh dari akses warung atau penjual pulsa, metode barter sampah ini menjadi solusi yang sangat relevan.

0 Komentar