KBEONLINE.ID – Malam itu, suara jangkrik terdengar dari sela pepohonan di Desa Tounelet, Kabupaten Minahasa. Di rumah kayu sederhana, Jolly Walangitan (59 tahun) memandangi bohlam yang baru menyala di langit-langit ruang tamunya. Senyum merekah di wajahnya, matanya berkaca-kaca. Untuk pertama kalinya, rumah itu terang bukan karena lilin, bukan pula menyalur dari tetangga melainkan dari listrik miliknya sendiri.
“Sebelum kami memiliki lampu listrik, kami hanya memakai lilin, kemudian menyalur ke rumah saudara,” tutur Jolly lirih.
Sebelum listrik masuk ke desanya, kehidupan sehari-hari warga penuh keterbatasan. Saat malam tiba, mereka hanya mengandalkan cahaya redup dari pelita. Aktivitas seperti belajar, memasak, atau bahkan sekadar berkumpul bersama keluarga menjadi sulit dilakukan. Ia mengenang masa-masa itu dengan nada haru.
Baca Juga:Kode Redeem Terbaru FC Mobile Terbaru 11 Desember 2025, Dapatkan FC Points hingga Ribuan Gems Gratis!Disarpus Karawang Gelar Bimtek TPBIS, Dorong Perpustakaan Jadi Sarana Pemberdayaan Masyarakat
“Kalau anak-anak belajar malam, cahayanya redup sekali. Masak pun susah, belum punya rice cooker, hanya pakai kompor. Tapi sekarang kami bersyukur karena sudah memiliki listrik sendiri,” tambahnya.
Selama bertahun-tahun, keluarga Jolly bergantung pada aliran listrik dari rumah saudaranya. Setiap kali token listrik habis, rumah mereka pun kembali gelap. Kini, setelah menerima Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari pemerintah, keluarga Jolly tidak lagi bergantung pada orang lain.
“Kami berterima kasih karena adanya bantuan ini. Tidak seperti dulu lagi. Kami dari keluarga menyampaikan banyak terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan juga kepada Bapak Menteri ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral-red) yang telah membantu kami mendapatkan sambungan listrik gratis. Tuhan memberkati,” ujarnya penuh haru.
Kisah Jolly menjadi salah satu potret nyata dari program “Merdeka dari Kegelapan”, yang diresmikan oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Desa Winebetan, Kecamatan Langowan Selatan, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Rabu (29/10/2025) seperti yang diterima dalam keterangan tertulis Kementerian ESDM Jumat (12/12/2025).
Apa yang dialami Jolly merupakan cerminan dari dampak nyata program pemerintah dalam meningkatkan akses energi bagi masyarakat. Kisah tersebut sekaligus menggambarkan bagaimana kebijakan elektrifikasi dijalankan hingga ke tingkat rumah tangga. Sejalan dengan itu, program “Merdeka dari Kegelapan” yang diluncurkan pemerintah menjadi langkah strategis dalam memperluas pemerataan akses listrik di berbagai daerah.
