KBEONLINE.ID, BEKASI – Kepolisian Republik Indonesia menggelar panen raya serentak di 36 wilayah di tanah air, Kamis (8/1/2026). Total akan ada 743.522 ton jagung yang bakal dipanen dari hasil tanam kuartal IV 2025 ini. Panen raya jagung diyakini mampu mendukung program swasembada pangan nasional.
Panen raya dipusatkan di Kampung Tembong Gunung Desa Sukamahi Kecamatan Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi. Panen dihadiri langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo beserta Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Haryadi atau Titiek Soeharto.
“Jadi kurang lebih selama satu tahun, sesuai dengan apa yang menjadi target Bapak Presiden, kami memaksimalkan untuk bagaimana agar terlaksana swasembada, khususnya untuk Polri mendorong untuk dilaksanakannya swasembada jagung. Alhamdulillah, kami berusaha untuk mencari lahan yang bisa ditanam dan kami mendapatkan kurang lebih 1.300.000 hektar,” kata Listyo.
Baca Juga:Rumah Makan Padang di Bogor Habis Dilalap Si Jago Merah, Satu Orang Alami Luka Bakar, Pemilik Rugi 100 JutaKode Redeem Free Fire Hari Ini 8 Januari 2026, Sikat Langsung Sebelum Habis!
Dari luas tersebut, kata Listyo, yang berhasil ditanami sekitar 586.000 hektar di sepanjang tahun. Targetnya di 2026 ini seluruh lahan bisa ditanami. “Masih ada kurang lebih 700.000 hektar yang akan kita tanam dan mudah-mudahan bisa selesai di tahun 2026, sehingga kemudian 1.300.000 hektar tersebut betul-betul bisa tertanam,” ucap dia.
Meski begitu, Listyo melaporkan kontribusi kepolisian dalam program swasembada ini di sepanjang telah mencapai 3,4-3,5 juta ton. Dengan tambahan produksi ini diharapkan swasembada pangan tercapai.
“Harapan kami juga cadangan tercukupi kebutuhan pasar, baik untuk swasta nasional, kelompok gabungan pakan ternak, mandiri juga bisa tercukupi, cadangan pulau juga bisa tercukupi, dan sisanya bisa kita ekspor,” kata dia.
Sementara itu, Mentan Amran mengatakan, dukungan dari banyak pihak membuat target swasembada pangan bisa dicapai dalam waktu setahun dari target empat tahun. Peningkatan produksi pun memberi kebahagiaan tersendiri bagi para petani.
“Beliau (Kapolri) mensupport sehingga swasembadaya kita bisa mencapai dalam wkatu sesingkat singkatnya, yaitu hanya 1 tahun dari target bapak presiden 4 tahun. Kami ucapkan terima kasih telah berkontribusi besar pada sektor pertanian. Meningkatnya produksi meningkatkan pendapatan petani, mengurai kemiskinan dan pengangguran pada gilirannya adalah mencegah kejahatan. Atas nama petani Indonesia ada 1,6 juta petani Indonesia ucapkan terima kasih,” ucap dia.
