Panen raya ini menjadi pembuka dari rangkaian panen jagung di lahan seluas 47.830 hektare dengan estimasi total produksi 743.522 ton di seluruh Indonesia. Pada hari pertama, panen dilakukan di lahan seluas 1.191 hektare dengan estimasi produksi 4.765 hingga 11.912 ton jagung.
Di Cikarang, panen dilakukan di lahan binaan Polda Metro Jaya seluas 25 hektare dengan estimasi hasil sekitar 100 ton jagung pipilan kering berkadar air 14 persen. Ke depan, lahan tersebut direncanakan diperluas hingga 50 hektare.
Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia Irjen Pol Anwar mengatakan, program swasembada pangan Polri melibatkan sedikitnya 527 kelompok tani dengan total 3.616 petani di seluruh Indonesia.
Baca Juga:Kapolri Panen 743.522 Ton Jagung di Seluruh Indonesia Rumah Makan Padang di Bogor Habis Dilalap Si Jago Merah, Satu Orang Alami Luka Bakar, Pemilik Rugi 100 Juta
“Polri senantiasa mendukung program swasembada pangan nasional, khususnya jagung, melalui Gugus Tugas Ketahanan Pangan dengan berbagai kegiatan strategis yang masif dan berkelanjutan,” kata Anwar.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto mengapresiasi keberhasilan pemerintah mencapai swasembada beras dan jagung. Ia menyebut produksi jagung nasional 2025 mencapai 16,11 juta ton dengan konsumsi 15,60 juta ton, sehingga terdapat surplus hampir setengah juta ton.
“Sekitar 3,5 juta ton atau 20 persen produksi nasional berasal dari kontribusi Kepolisian Republik Indonesia,” ujarnya.
Titiek berharap capaian tersebut dapat dipertahankan dan ditingkatkan agar Indonesia dapat mengekspor jagung pada 2026 serta memperluas swasembada ke komoditas lain seperti kedelai, gula, garam, dan bawang putih. (Iky)
