KBEONLINE.ID KARAWANG — Pemerintah terus memperkuat langkah strategis guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika global yang masih penuh ketidakpastian.
Upaya tersebut dilakukan melalui penyederhanaan regulasi investasi, percepatan proses perizinan, serta peningkatan kepastian kebijakan fiskal jangka menengah agar iklim usaha tetap kondusif dan menarik bagi investor.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kebijakan fiskal memegang peran sentral dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Baca Juga:Purbaya Dorong Pansel OJK Segera Dibentuk, Mundurnya Pimpinan Dinilai Jadi Sinyal PositifKebakaran Rumah di Kampung Cijambe Cikarang Selatan, Api Membesar Saat Warga Menunggu Damkar
Oleh karena itu, pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dilakukan secara hati-hati, terukur, dan disiplin.
Menurut Purbaya, APBN tetap menjadi instrumen utama pemerintah untuk meredam tekanan ekonomi sekaligus menopang pertumbuhan, terutama saat sektor lain terdampak perlambatan global.
“APBN harus tetap kuat dan responsif, sehingga mampu menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan,” tegasnya dikutip dari instagram BEI Kamis, (5/2/2026).
Pemerintah juga mempercepat realisasi belanja negara agar perputaran ekonomi berlangsung lebih cepat dan merata di berbagai sektor.
Belanja negara difokuskan pada sektor-sektor produktif yang dinilai memiliki efek berganda (multiplier effect), baik terhadap peningkatan konsumsi masyarakat, pertumbuhan investasi, maupun penciptaan lapangan kerja.
Di luar kebijakan fiskal, sinergi dengan kebijakan moneter terus diperkuat agar respons pemerintah terhadap gejolak ekonomi global lebih terkoordinasi.
Purbaya menilai kolaborasi yang solid antara pemerintah dan otoritas moneter menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan pasar, stabilitas makroekonomi, serta ketahanan sistem keuangan nasional.
Baca Juga:Warga Bantaran Kali Bekasi Siap Bongkar Rumah Demi Tanggul Permanen, Banjir Datang Hampir Setiap TahunSyuting Film Lisa BLACKPINK di Tangerang Disulap Jadi Myanmar, Warganet Ramai-ramai Protes
Ia juga menegaskan bahwa kondisi perekonomian Indonesia saat ini masih berada pada jalur yang relatif solid.
Stabilitas inflasi, ketahanan sektor keuangan, serta ruang fiskal yang terjaga dinilai menjadi modal penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi ke tingkat yang lebih tinggi.
Terkait target pertumbuhan ekonomi 8 persen, Purbaya menekankan bahwa capaian tersebut bukan hasil instan, melainkan buah dari konsistensi kebijakan dan disiplin pengelolaan ekonomi secara berkelanjutan.
Pemerintah, lanjutnya, berkomitmen menjaga keseimbangan antara dorongan pertumbuhan ekonomi dan prinsip kehati-hatian fiskal.
