KBEONLINE.ID KARAWANG – Perubahan pola makan selama puasa Ramadhan kerap menimbulkan kekhawatiran bagi penderita GERD (gastroesophageal reflux disease) dan asam lambung.
Kekhawatiran tersebut umumnya muncul karena anggapan bahwa perut kosong dalam waktu lama dapat memicu peningkatan produksi asam lambung dan memperparah keluhan.
Namun, dokter Fery Juliawan, menegaskan bahwa penderita GERD pada prinsipnya tetap boleh menjalankan puasa, selama kondisi lambung dalam keadaan stabil dan tidak sedang kambuh.
Baca Juga:Masih Makan Sahur Pada Saat Imsak Apakah Boleh? Ini Penjelasan Resmi KemenagNiat Puasa Ramadhan dalam 6 Versi Lengkap: Dari Paling Panjang hingga Paling Pendek Versi Ulama NU
“Kalau punya masalah maag yang akut, tentu harus diobati terlebih dahulu. Tapi kalau saat ini tidak ada keluhan dan tidak kambuh, maka tidak ada masalah untuk berpuasa,” ujarnya, dikutip dari kanal YouTube Dr Ferry TV, Senin (23/2/2026).
Menurutnya, dalam banyak kasus justru terjadi perbaikan kondisi pencernaan saat seseorang menjalankan puasa Ramadhan.
Salah satu penyebab utamanya adalah pola makan yang menjadi lebih teratur dibandingkan hari-hari biasa.
Pada hari normal, kebiasaan makan tidak teratur, sering ngemil, serta konsumsi makanan berlemak dan pedas menjadi pemicu utama naiknya asam lambung.
Saat puasa, kebiasaan tersebut cenderung berkurang karena waktu makan lebih terkontrol, yakni saat sahur dan berbuka.
“Yang penting tetap sahur dan berbuka dengan cara yang baik, tidak berlebihan, serta memilih makanan yang ramah untuk lambung,” jelasnya.
Tak hanya soal pola makan, aktivitas ibadah selama bulan Ramadhan juga dinilai memberi dampak positif bagi kesehatan lambung.
Baca Juga:Puasa Tetap Nyaman Meski Punya Maag, Begini Tips Aman dari Dokter Penyakit DalamLukisan Kuda Api Milik SBY Laku di Angka Fantastis Saat Lelang Imlek Demokrat 2026
Kegiatan seperti sholat, berdzikir, dan memperbanyak doa membantu menciptakan ketenangan jiwa.
Kondisi mental yang lebih tenang diketahui dapat menurunkan produksi asam lambung berlebih. Stres sendiri merupakan salah satu faktor utama yang sering memperparah gejala GERD.
“Ketenangan jiwa yang dirasakan saat menjalankan ibadah puasa Ramadhan itu merupakan hal positif bagi kesehatan lambung,” tambah dia.
Meski demikian, penderita GERD tetap disarankan memperhatikan beberapa hal berikut agar puasa tetap aman:
Tidak melewatkan sahur
Menghindari makanan terlalu pedas, asam, dan berlemak saat sahur maupun berbuka
Tidak langsung berbaring setelah makan
Tetap mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter bila diperlukan
