Dikutip dari NU Online, puasa Ramadhan merupakan jalan penyucian diri yang sarat dengan hikmah.
Puasa yang dilakukan dengan iman dan harapan kepada Allah SWT menjadi sebab diampuninya dosa-dosa yang telah lalu.
Namun, pengampunan tersebut tidak bersifat otomatis. Puasa yang bernilai tinggi adalah puasa yang melibatkan seluruh anggota tubuh lisan dijaga, hati dibersihkan, dan perilaku dikendalikan.
Baca Juga:Keutamaan Sholat Tarawih di Bulan Ramadhan yang Sayang Jika DilewatkanFungsi Ginjal di Bawah 40 Persen, Amankah Puasa Ramadhan? Ini Penjelasan Medis
Jika seseorang hanya menahan lapar tetapi tetap menyakiti orang lain, maka esensi puasa belum sepenuhnya tercapai.
Keistimewaan puasa juga tampak dari pahala yang tidak dibatasi angka. Berbeda dengan amal lain yang dilipatgandakan dalam hitungan tertentu, pahala puasa sepenuhnya menjadi hak Allah SWT.
