Von mengkritik serangan ke Iran sebagai ide buruk yang membuat AS tampak seperti bekerja untuk Israel.
Sementara Elon Musk, pemilik X yang sebelumnya sekutu Trump, kini berseteru soal biaya legislatif dan bahkan berniat mendanai partai ketiga. Komedian Andrew Schulz, yang tahun lalu mendukung Trump, kini mengaku kecewa.
“Bahkan sosialis seperti Bernie Sanders rasanya lebih memprioritaskan Amerika dibanding Trump,” ujar Schulz dalam podcast Flagrant. Di Fox Theatre, suasana malam itu khas penonton Von: Kaus Carhartt, topi golf, potongan rambut mullet, serta kaleng berisi kantong nikotin.
Baca Juga:Lelaki Serong Ini Namanya Bilal Ismail Hamdi, Punya anak Istri, Bunuh Selingkuhan Mayatnya Dibuang ke KJIEPenanganan Sampah Kabupaten Bekasi Setengah-setengah, Perbupnya Belum Terbit Juga
Meski Von tidak menyinggung Trump secara langsung dalam penampilannya, penggemarnya tak segan menyuarakan kekecewaan.
“Lima triliun dolar untuk pemotongan pajak dan belanja besar-besaran? Gila,” kata Steven Deuby (34), veteran Angkatan Darat dari Wayne County. Meski begitu, Deuby mengaku tetap mendukung Trump dibanding mantan presiden Joe Biden.
Sementara itu, Tyler Goldsmith (32), pemilik bisnis perawatan rumput dari Constantine, Michigan, mengaku memahami kritik yang ada, tetapi memilih memberi Trump waktu.
“Di tahun pertama, pasti ada hal yang harus dibereskan dulu,” ujarnya. Survei: Pria muda makin tidak puas dengan Trump Jajak pendapat CNN yang dilakukan SSRS menunjukkan, hanya 40 persen pria di bawah 35 tahun yang menyetujui kinerja Trump.
Angka ini menurun dari Februari lalu yang mencapai 44 persen. Sebanyak 60 persen lainnya menyatakan tidak puas. Namun, menurut David Winston, analis Partai Republik, ketidakpuasan ini belum tentu berujung pada perubahan suara. Faktor ekonomi seperti upah dan inflasi, ujarnya, lebih menentukan.
“Mereka pergi karena suatu alasan, tetapi bisa saja kembali jika arah yang baru tidak memuaskan,” kata Winston.
Centers sendiri mengaku frustrasi, terutama setelah membeli Tesla dan melihat Trump semakin vokal menyerang kendaraan listrik. Akan tetapi, ia masih enggan berpindah haluan ke Partai Demokrat. “Banyak nilai saya yang masih sejalan dengan agenda konservatif,” ujarnya.
Baca Juga:Puasa di Musim Hujan Terasa Tetap Hangat, Ada Bejo Anti Angin Spot di Tengah RamadanSaatnya Guru Madrasah Jago Bahasa Inggris, Kemenag dan British Council Jalin Kolaborasi Pertama
Kasus Epstein memicu amarah Lihat Foto Foto terakhir Jeffrey Epstein sebelum kematiannya(Wikimedia/United States Department of Justice) Di kalangan pendukung fanatik, kasus Jeffrey Epstein menjadi salah satu pemicu kemarahan baru.
