Janji Tak Ada Lagi Perang Malah Jadi Biang Kerok Peperangan, Warga Amerika Nyesel Pilih Trump

Donald Trump./nytime
Donald Trump
0 Komentar

Departemen Kehakiman AS baru-baru ini menyimpulkan Epstein tewas bunuh diri di penjara, tanpa ada daftar klien terkenal yang sebelumnya ramai diperbincangkan.

Sebanyak 65 persen pria di bawah 35 tahun mengaku tidak puas dengan transparansi pemerintah soal kasus Epstein, menurut jajak pendapat CNN.

“Yang bikin marah adalah, ini menghina kecerdasan kita,” kata Schulz di podcast. Trump sempat meminta pendukungnya melupakan soal Epstein lewat unggahan di media sosial. Namun, bagi sebagian penggemar Von, ini justru menambah kekecewaan. “Katanya mau buka berkas Epstein, sekarang malah seperti yang dulu dikritik,” kata Ben, pekerja kimia dari Battle Creek, Michigan.

Baca Juga:Lelaki Serong Ini Namanya Bilal Ismail Hamdi, Punya anak Istri, Bunuh Selingkuhan Mayatnya Dibuang ke KJIEPenanganan Sampah Kabupaten Bekasi Setengah-setengah, Perbupnya Belum Terbit Juga

Ia mengaku menyesal memilih Trump. “Kalau bisa diulang, mungkin saya tidak akan memilih.” Melihat peluang, sejumlah tokoh Demokrat mulai muncul di podcast populer. Pete Buttigieg tampil di Flagrant”, sedangkan anggota DPR Ro Khanna sempat berbincang panjang dengan Theo Von.

Bahkan, ada rencana Von berbincang dengan Gubernur Minnesota Tim Walz, calon wakil presiden dari Partai Demokrat, meski akhirnya tertunda.

Bagi Nathan Sheldon (35) dari Northville, Michigan, hadirnya politisi dari berbagai partai di platform seperti podcast menjadi angin segar. “Akhirnya saya bisa dengar ide dari sisi lain,” ujarnya. ***

0 Komentar