‎Situasi Timur Tengah Belum Aman, Jemaah Umrah Bekasi Diimbau Tunda Keberangkatan ‎

Kabah Mekah Almukarromah
Kabah Mekah Almukarromah
0 Komentar

KBEONLINE.ID KABUPATEN BEKASI – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran mulai berdampak pada keberangkatan serta kepulangan jemaah umrah asal Kabupaten Bekasi.

‎Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah mengimbau para calon jemaah untuk menunda perjalanan ibadah umrah hingga situasi keamanan di kawasan tersebut dinilai lebih kondusif.

‎Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bekasi, Mulyono Hilman Hakim, mengatakan kondisi di Timur Tengah saat ini masih belum sepenuhnya stabil. Karena itu, jemaah yang telah dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat diminta mempertimbangkan penjadwalan ulang keberangkatan.

Baca Juga:Cek Harga Sembako di Pasar Tambun, Pemkab Bekasi Pastikan Stok Aman Meski Ada Kenaikan‎Pedasnya Bikin Kaget! Harga Cabai Rawit di Bekasi Tembus Rp100 Ribu per Kg

‎“Mempertimbangkan kondisi Timur Tengah yang tidak menentu dan eskalasinya semakin tinggi, kami menghimbau jemaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya sampai situasi benar-benar kondusif sesuai arahan Kementerian Haji dan Umrah pusat,” ujar Mulyono Hilman Hakim, Rabu (4/3).

‎Menurut dia, langkah tersebut diambil sebagai bentuk kehati-hatian guna memastikan keselamatan warga negara Indonesia (WNI) yang hendak menjalankan ibadah umrah.

‎Pemerintah juga terus memantau perkembangan situasi melalui koordinasi dengan otoritas terkait di kawasan Timur Tengah.

‎Sementara itu, Desy Susanti (44), agen penyelenggara perjalanan umrah di Kabupaten Bekasi, mengungkapkan bahwa sejumlah rute penerbangan internasional menuju kawasan Timur Tengah telah dihentikan sementara sebagai langkah antisipasi keamanan.

‎Namun demikian, gangguan paling terasa justru terjadi pada penerbangan yang menggunakan sistem transit. Sejumlah maskapai menangguhkan atau membatalkan jadwal penerbangan transit, sehingga berdampak pada keberangkatan maupun kepulangan jemaah.

‎“Yang terdampak justru penerbangan yang transit, seperti di Oman, Dubai, dan Turki. Kalau kami alhamdulillah sampai saat ini karena menggunakan penerbangan direct (tanpa transit), masih aman,” jelas Desy. (Iky)

0 Komentar