Kiper Barcelona tersebut kembali menjadi penyelamat pada menit ke-73. Dalam situasi kemelut di depan gawang, bola jatuh ke kaki Robin Le Normand. Tendangan jarak dekatnya nyaris berbuah gol, namun berhasil diblok dengan heroik oleh Joan García.
Kartu Merah dan Momen Penentu
Drama semakin memuncak pada menit ke-77. Pemain yang baru masuk, Alexander Sørloth, berhasil lolos dan berada dalam posisi berbahaya untuk menghadapi kiper. Namun, ia dijatuhkan oleh Eric García dari belakang.
Wasit sempat melanjutkan permainan, namun setelah melihat tayangan VAR, keputusan tegas diambil: kartu merah untuk Eric García. Barcelona harus bermain dengan 10 orang di sisa pertandingan—situasi yang sangat merugikan di momen krusial.
Baca Juga:Saling Balas Gol! Atletico Madrid vs Barcelona Berlangsung Panas di Babak Pertama dengan Skor 1-2Cuma Rp500 Ribu per Bulan Tapi Bisa Jadi Jutawan? Ini Strategi Investasi yang Jarang Diketahui!
Tak lama setelah itu, Julián Álvarez mendapatkan kesempatan melalui tendangan bebas pada menit ke-80. Namun, eksekusinya masih bisa diamankan dengan baik oleh Joan García yang tampil impresif.
Kesempatan Terakhir yang Gagal Dimanfaatkan
Memasuki menit-menit akhir, Atletico mengandalkan serangan balik cepat untuk mengunci kemenangan. Pada menit ke-87, Alexander Sørloth kembali menjadi ancaman setelah menerima umpan panjang. Ia kemudian memberikan bola kepada Nahuel Molina yang sudah dalam posisi satu lawan satu dengan kiper.
Sayangnya, peluang emas tersebut gagal dimaksimalkan. Tendangan Molina terlalu lemah dan mudah diamankan oleh Joan García. Momen ini menjadi peluang terakhir Atletico untuk memperbesar keunggulan, meski pada akhirnya tidak memengaruhi hasil akhir.
Barcelona Gugur, Atletico Melaju
Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada gol tambahan yang tercipta. Barcelona yang tampil dominan harus menerima kenyataan pahit tersingkir dari kompetisi. Sementara Atletico Madrid menunjukkan efektivitas dan mentalitas kuat untuk mengamankan tiket ke semifinal.
Laga ini menjadi bukti bahwa penguasaan bola dan dominasi permainan tidak selalu menjamin kemenangan. Dalam pertandingan sebesar ini, efektivitas, ketenangan, dan momen kecil justru menjadi penentu utama.
Atletico Madrid melangkah ke semifinal dengan penuh percaya diri, sementara Barcelona harus kembali mengevaluasi diri setelah gagal memaksimalkan banyak peluang emas di laga krusial ini.
