KBEONLINE.ID – Jika bosan dengan wisata yang itu-itu saja seperti pantai, curug, atau tempat nongkrong modern, mungkin sudah saatnya mencoba pengalaman liburan berbeda bersama keluarga. Di pedalaman Sukabumi, tepatnya di kaki Gunung Halimun Salak, terdapat sebuah desa adat yang bukan hanya menawarkan panorama alam indah, tetapi juga pengalaman budaya yang sangat berharga. Namanya Kasepuhan Gelar Alam, sebuah kampung adat Sunda yang masih memegang teguh tradisi leluhur di tengah perkembangan zaman modern.
Berlokasi di Desa Sirna Resmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, desa adat ini menjadi destinasi wisata edukasi budaya yang cocok dikunjungi bersama keluarga maupun anak-anak. Suasana asri, udara pegunungan yang sejuk, masyarakat yang ramah, serta kehidupan tradisional yang masih terjaga membuat pengalaman berkunjung ke tempat ini terasa sangat berbeda dibanding destinasi wisata biasa.
Meski berada cukup terpencil di kawasan pegunungan, Kasepuhan Gelar Alam justru menawarkan sesuatu yang sulit ditemukan di tempat lain: ketenangan, nilai kehidupan, serta pelajaran tentang bagaimana manusia hidup berdampingan dengan alam tanpa kehilangan identitas budaya. Banyak pengunjung yang datang mengaku merasa seperti “kembali ke masa lalu”, tetapi dengan sentuhan modern yang mengejutkan.
Baca Juga:Hidden Gem Jonggol yang Lagi Ramai Diburu! Curug Niagara Cadas Panjang Punya Air Jernih dan Cocok Buat HealingTak Perlu Jauh ke Puncak! Nulam Coffee Jonggol Punya View Gunung dan Lembah yang Bikin Betah
Perjalanan Menuju Desa Adat yang Tersembunyi di Pegunungan
Menuju Kasepuhan Gelar Alam memang membutuhkan sedikit perjuangan, namun justru perjalanan inilah yang menjadi bagian dari pengalaman liburan. Dari kawasan Pelabuhan Ratu atau pusat Sukabumi, perjalanan dilanjutkan menuju Desa Sirna Resmi melalui jalur pegunungan yang berliku, menanjak, dan di beberapa titik cukup menantang.
Sepanjang perjalanan, pemandangan hijau khas pegunungan Sukabumi akan menemani. Hutan, perbukitan, sungai kecil, hingga hamparan sawah membuat perjalanan terasa seperti memasuki dunia berbeda yang jauh dari hiruk pikuk kota.
Meski akses jalannya cukup menantang, rasa lelah biasanya langsung terbayar ketika mulai memasuki kawasan kampung adat. Rumah-rumah panggung tradisional, suasana desa yang tenang, dan udara yang begitu bersih langsung menyambut pengunjung sejak pertama kali datang.
Karena medan menuju lokasi cukup berliku, pengunjung disarankan menggunakan kendaraan dalam kondisi prima dan datang pada pagi atau siang hari agar perjalanan terasa lebih nyaman dan aman.
