Hanya Modal Telepon atau Chat, Saldo M-Banking Bisa Ludes! Kenali Modus Social Engineering Sebelum Jadi Korban

Hanya Modal Telepon atau Chat, Saldo M-Banking Bisa Ludes! Kenali Modus Social Engineering Sebelum Jadi Korban
Social engineering tidak menyerang kelemahan teknologi, melainkan memanfaatkan kelengahan manusia. 
0 Komentar

KBEonline.id – Kemajuan layanan perbankan digital membuat aktivitas transaksi menjadi semakin mudah.

Mulai dari transfer uang, pembayaran tagihan, hingga belanja online kini bisa dilakukan hanya melalui aplikasi mobile banking (m-banking).

Namun, di balik kemudahan tersebut, ancaman kejahatan siber juga semakin berkembang, salah satunya melalui social engineering atau yang sering disingkat soceng.

Baca Juga:Kenapa Ongkir Ojek Online Bisa Beda? Begini Cara Membandingkan Tarif agar Selalu Dapat Harga TermurahSolo Traveling Pertama Kali? Jangan Berangkat Dulu Sebelum Tahu 8 Persiapan Penting Ini!

Social engineering adalah teknik manipulasi psikologis yang dilakukan pelaku untuk membuat korban secara sukarela memberikan informasi penting, seperti PIN, kata sandi, kode OTP, atau data pribadi lainnya.

Alih-alih membobol sistem keamanan bank, pelaku justru memanfaatkan kelengahan dan kepanikan korban.

Agar tidak menjadi sasaran berikutnya, berikut beberapa cara menghindari modus social engineering yang mengincar saldo m-banking.

1. Jangan pernah membagikan kode OTP kepada siapa pun

Kode OTP merupakan lapisan keamanan yang bersifat rahasia.

Jika ada seseorang yang mengaku sebagai petugas bank, customer service, atau pihak berwenang lalu meminta kode OTP, segera tolak permintaan tersebut.

Bank tidak akan pernah meminta nasabah memberikan kode OTP melalui telepon, chat, maupun media sosial.

2. Waspadai telepon yang membuat panik

Pelaku social engineering sering menggunakan teknik menakut-nakuti korban.

Baca Juga:Skincare Murah Belum Tentu Murahan! Begini Cara Memilih Skincare Lokal BPOM yang Bisa Memperbaiki Skin BarrierProduk Bagus tapi Kurang Laku? Coba 8 Tips Membuat Desain Kemasan Menarik di Canva agar Lebih Dilirik Pembeli

Misalnya dengan mengatakan rekening akan diblokir, terjadi transaksi mencurigakan, atau akun sedang diretas. Tujuannya agar korban panik dan mengikuti semua instruksi tanpa berpikir panjang.

Jika menerima telepon seperti itu, akhiri percakapan dan hubungi layanan resmi bank melalui nomor yang tertera di aplikasi atau kartu ATM.

3. Jangan klik tautan yang mencurigakan

Pelaku sering mengirim tautan melalui SMS, WhatsApp, email, atau media sosial yang menyerupai situs resmi bank.

Sebelum mengklik, periksa alamat situs dengan teliti. Hindari memasukkan data login atau informasi pribadi jika kamu tidak yakin bahwa halaman tersebut benar-benar resmi.

4. Jangan memberikan PIN, password, atau CVV kartu

PIN ATM, password m-banking, dan kode CVV pada kartu debit maupun kredit merupakan informasi yang hanya boleh diketahui oleh pemilik rekening.

Siapa pun yang meminta data tersebut patut dicurigai, meskipun mengaku sebagai pegawai bank.

0 Komentar