Rekomendasi Wisata Keluarga di Sukabumi! Kunjungi Desa Adat Kasepuhan Gelar Alam di Gunung Halimun Salak

Desa Adat Kasepuhan Gelar Alam di Gunung Halimun Salak
Desa Adat Kasepuhan Gelar Alam di Gunung Halimun Salak
0 Komentar

Desa Adat yang Tetap Tradisional, Tapi Tak Ketinggalan Zaman

Hal paling menarik dari Kasepuhan Gelar Alam adalah bagaimana masyarakatnya mampu hidup berdampingan dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan budaya leluhur. Warga di sini memegang filosofi hidup Sunda yang sangat kuat, yakni harus mampu mengikuti perkembangan zaman tetapi tidak kehilangan jati diri.

Karena itu, jangan heran jika di balik rumah-rumah adat yang masih berdiri kokoh, masyarakat ternyata sudah menikmati teknologi modern. Bahkan desa ini memiliki listrik mandiri hasil tenaga mikrohidro dari aliran sungai pegunungan yang menyala selama 24 jam penuh tanpa bergantung pada listrik negara.

Tak hanya itu, jaringan internet dan Wi-Fi juga sudah tersedia di kawasan desa. Yang paling menarik, generasi mudanya bahkan aktif mendokumentasikan kegiatan adat menggunakan kamera modern, drone, hingga perangkat penyunting video profesional.

Baca Juga:Hidden Gem Jonggol yang Lagi Ramai Diburu! Curug Niagara Cadas Panjang Punya Air Jernih dan Cocok Buat HealingTak Perlu Jauh ke Puncak! Nulam Coffee Jonggol Punya View Gunung dan Lembah yang Bikin Betah

Perpaduan antara adat yang kuat dan teknologi inilah yang membuat Kasepuhan Gelar Alam terasa unik. Tempat ini bukan desa adat yang menolak perubahan, tetapi desa yang menunjukkan bahwa tradisi dan modernisasi bisa berjalan beriringan.

Mengenal Tradisi Padi yang Dianggap Sebagai Kehidupan

Berkunjung ke Kasepuhan Gelar Alam juga menjadi pengalaman edukasi yang sangat menarik bagi anak-anak maupun keluarga. Salah satu pelajaran hidup paling berharga di sini adalah bagaimana masyarakat memuliakan padi sebagai simbol kehidupan.

Bagi warga adat, padi bukan sekadar bahan makanan atau komoditas dagang. Ada aturan adat yang melarang keras menjual padi maupun beras karena dianggap sama saja dengan menjual sumber kehidupan.

Setiap musim panen, warga akan menyimpan sebagian hasil panen ke dalam lumbung padi tradisional atau yang dikenal dengan sebutan leuit. Jumlahnya bahkan mencapai ribuan dan tersebar di berbagai wilayah kasepuhan.

Sistem ini membuat desa memiliki cadangan pangan sangat kuat. Bahkan warga percaya stok padi mereka mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama bertahun-tahun jika sewaktu-waktu terjadi krisis pangan.

Kehidupan Religius yang Damai dan Menenangkan

Meski banyak orang luar mengira masyarakat desa adat hanya memegang kepercayaan tradisional, kehidupan di Kasepuhan Gelar Alam justru sangat lekat dengan ajaran Islam. Aktivitas ibadah berlangsung sangat aktif dan menjadi bagian penting kehidupan sehari-hari warga.

0 Komentar