Oleh karena itu, memegang kas sebaiknya dilakukan secukupnya untuk kebutuhan likuiditas dan dana darurat, sementara sebagian lainnya dialokasikan ke aset atau instrumen yang memiliki potensi menjaga nilai terhadap inflasi.”
Selain emas yang relatif tahan terhadap inflasi, instrumen lain yang cenderung lebih stabil adalah Surat Berharga Nasional (SBN). Instrumen ini umumnya menawarkan imbal hasil yang lebih terprediksi melalui pembayaran kupon, meskipun nilainya tetap dapat berfluktuasi, mengikuti kondisi pasar, terutama perubahan suku bunga.
Selain itu, SBN dijamin oleh pemerintah sehingga memiliki tingkat keamanan yang tinggi.
Baca Juga:Dapat Sertifikat dan Uang Saku, Magang Nasional Batch I Segera BerakhirUntuk Dapur MBG, Polisi Tebar Puluhan Ribu Bibit Ikan di Muara Gembong
“Untuk investor pemula, fokus pada instrumen yang relatif stabil dan membangun portofolio secara bertahap jauh lebih penting dibandingkan mengejar imbal hasil tinggi. Penting juga untuk menjaga diversifikasi aset dan menyesuaikannya dengan profil risiko masing-masing,” kata Ivan.
“Yang sering jadi miskonsepsi, investasi obligasi seperti SBN dianggap membutuhkan modal besar. Padahal, saat ini sudah banyak produk yang bisa dimulai dari Rp1 juta. Ini membuka peluang bagi lebih banyak orang, terutama anak muda, untuk mulai membangun portofolio sejak dini,” lanjutnya.
Bagi para investor pemula, kini investasi juga jauh lebih mudah diakses. Melalui aplikasi DANA, pengguna kini dapat membeli e-SBN dengan proses yang cepat dan terintegrasi dengan mitra distribusi resmi pemerintah.
Berbagai produk SBN Ritel yang bisa dimiliki pengguna diantaranya adalah Obligasi Ritel Indonesia (ORI), Sukuk Ritel (SR), Saving Bond Retail (SBR), dan Sukuk Tabungan (ST), sesuai dengan jadwal yang diterbitkan oleh Pemerintah.
“Dengan dukungan teknologi dan keamanan berlapis, DANA ingin membuat investasi jadi lebih mudah diakses dan tidak terasa rumit. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang berani memulai, sehingga tidak hanya bertahan di tengah ketidakpastian, tapi juga bisa membangun stabilitas finansial yang lebih sehat ke depan,” tutup Ivan. **
