KARAWANG, KBEONLINE.ID – Tim Pengabdian Masyarakat dari Program Studi Kebidanan Karawang Poltekkes Kemenkes Bandung sukses menggelar Program Pengembangan Desa Mitra di Desa Mulangsari, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang. Kegiatan intensif yang mengusung tema “Peningkatan Kapasitas Tim Pendamping Keluarga tentang Kesehatan Reproduksi Calon Pengantin” ini dilaksanakan selama dua hari, yakni pada tanggal 9 hingga 10 Juni 2026, mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB setiap harinya. Program strategis ini berfokus penuh untuk melatih dan meningkatkan kemampuan para kader dalam melakukan persiapan matang bagi calon pengantin, khususnya terkait kesehatan reproduksi demi menyiapkan kehamilan yang sehat.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat sekaligus narasumber utama, Dr. Eneng Solihah, S.ST., M.Keb, menegaskan bahwa pemahaman mendalam mengenai kesehatan reproduksi pranikah merupakan pondasi krusial dalam mencetak generasi masa depan yang berkualitas . Dalam pelaksanaan program ini, Dr. Eneng Solihah dibantu oleh sejumlah anggota tim ahli kebidanan, yakni Dr. Jundra Darwanty, S.ST., M.Pd, dan Warliana, S.Si.T., M.Kes. Langkah intervensi ini menyasar 23 peserta yang terdiri dari seluruh anggota Tim Pendamping Keluarga (TPK) Desa Mulangsari beserta jajaran aparat desa terkait.
“Kesehatan reproduksi adalah investasi masa depan. Menjaga kebersihan hari ini adalah kunci kebahagiaan esok hari,” ujar Dr. Eneng, Minggu (14/6).
Baca Juga:Polres Karawang Pemantauan Perkembangan Tanam JagungPantau Kebun Jagung, Polres Karawang Pastikan Ketahanan Pangan Berjalan Optimal
Dr. Eneng menjelaskan bahwa para kader TPK dibekali dengan wawasan anatomi sistem reproduksi manusia, baik laki-laki maupun perempuan, agar mampu memberikan edukasi yang tepat sasaran di lapangan . Pemahaman dasar mengenai fungsi organ seperti testis pada pria serta ovarium dan rahim pada wanita menjadi modal penting bagi kader dalam membimbing calon pengantin .
Lebih lanjut, Dr. Eneng memaparkan aspek krusial mengenai higiene seksual dan perawatan organ intim, termasuk pentingnya membasuh dari arah depan ke belakang bagi perempuan guna mencegah infeksi saluran kemih (ISK) . Para peserta juga dilatih mengenai tips dan trik pendampingan pasca-hubungan seksual yang sehat, seperti pentingnya buang air kecil dalam 15 menit pertama setelah berhubungan untuk memobilisasi bakteri keluar dari saluran kemih . Edukasi mengenai pemilihan bahan pakaian dalam dari katun dan pembatasan penggunaan zat kimia berbahaya seperti rokok yang dapat merusak DNA sperma serta mengganggu fungsi ovarium turut dikupas tuntas dalam pelatihan ini .
