kbeonline.id – Dewa United kembali menunjukkan konsistensinya di penghujung musim BRI Super League 2025-2026 dengan meraih kemenangan tipis 1-0 atas Persijap Jepara. Bertanding di kandang sendiri, tim berjuluk Tangsel Warriors itu sukses mengunci kemenangan lewat satu momen krusial yang menjadi pembeda di laga ini.
Penalti Alex Martins Jadi Penentu
Sejak awal pertandingan, Dewa United FC tampil cukup agresif dan berusaha mengontrol jalannya laga. Sejumlah peluang berhasil diciptakan, namun solidnya lini belakang Persijap membuat skor tetap bertahan tanpa gol di babak pertama.
Memasuki babak kedua, tekanan Dewa United akhirnya membuahkan hasil. Pada menit ke-52, mereka mendapatkan hadiah penalti setelah terjadi pelanggaran di dalam kotak terlarang. Alex Martins yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna dan membawa tim tuan rumah unggul 1-0.
Baca Juga:Dipanggil Timnas, Klok Tetap Fokus Bawa Persib JuaraHasil Super League: Semen Padang Makin Terpuruk, Madura United Amankan Tiga Poin Penting
Gol tersebut menjadi titik balik jalannya pertandingan. Dewa United semakin percaya diri, sementara Persijap dipaksa keluar menyerang untuk mengejar ketertinggalan.
Perlawanan Gigih Persijap Berujung Kekecewaan
Tertinggal satu gol membuat Persijap meningkatkan intensitas serangan. Laskar Kalinyamat mencoba berbagai cara untuk membongkar pertahanan tuan rumah, baik melalui serangan terbuka maupun situasi bola mati.
Usaha mereka nyaris membuahkan hasil di masa injury time. Persijap mendapatkan peluang emas berupa penalti setelah terjadi pelanggaran di kotak terlarang. Harapan untuk mencuri satu poin pun terbuka lebar.
Namun, momen krusial tersebut justru berakhir dengan kekecewaan. Eksekusi penalti Carlos Franca berhasil digagalkan oleh kiper Dewa United, Sonny Stevens. Bahkan peluang rebound yang didapat juga gagal dimanfaatkan menjadi gol.
Laga Ketat dengan Intensitas Tinggi
Sepanjang pertandingan, duel berjalan cukup seimbang dengan tempo permainan yang tinggi. Dewa United unggul dalam penguasaan bola dan lebih rapi dalam membangun serangan, sementara Persijap mengandalkan kecepatan dalam melakukan serangan balik.
Beberapa peluang emas sempat tercipta dari kedua tim, tetapi penyelesaian akhir menjadi faktor yang membedakan hasil akhir. Dewa United mampu memaksimalkan peluang yang ada, sedangkan Persijap gagal memanfaatkan kesempatan terbaiknya.
