KBEonline.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang tengah menseriusi rencana penanganan titik perlintasan kereta api sebidang yang selama ini menjadi simpul kemacetan dan kerawanan kecelakaan.
Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menyatakan telah mengantongi enam titik krusial yang memerlukan intervensi segera.
Keenam titik tersebut meliputi perlintasan di Tanjungpura, Tuparev, Johar, Kosambi, Pancawati, dan Cikampek. Namun, dari pemetaan tersebut, Pemkab memberikan atensi khusus pada dua lokasi utama yang dinilai memiliki urgensi paling tinggi.
Baca Juga:Usung 3 Misi Besar, Wawan Wartawan Terpilih Secara Aklamasi Pimpin SMSI Karawang Periode 2026-2029TEGAS, Camat Cikarang Selatan Tekankan Netralitas Aparatur Desa Jelang Pilkades
Aep menegaskan bahwa perlintasan Kosambi dan Tuparev menjadi prioritas utama. Hal ini didasari oleh volume kendaraan yang kerap memicu kemacetan panjang, terutama saat jam sibuk.
“Yang menjadi prioritas utama itu Tuparev dan Kosambi. Terutama Kosambi, kalau macet itu panjang sekali,” ungkap Aep, Kamis (30/4).
Dalam perencanaan infrastruktur ini, Pemkab Karawang lebih memilih opsi pembangunan jalan bawah tanah atau underpass dibandingkan jembatan layang (flyover). Pilihan ini diambil setelah mempertimbangkan aspek estetika kota dan dampak ekonomi bagi pelaku usaha di sekitar lokasi.
“Kita pikirkan tetap underpass. Kalau flyover selain lebih mahal, juga bisa menutup akses (usaha) kiri dan kanan. Underpass lebih memungkinkan secara teknis dan sosial,” jelasnya.
Meski demikian, Aep mengakui adanya kendala geografis di titik lain, seperti di Cikampek. Posisi jalan yang sudah berada di elevasi rendah membuat pembangunan underpass membutuhkan perencanaan kemiringan yang lebih panjang dan kompleks agar tidak memicu masalah baru seperti banjir.
Selain penanganan teknis pada perlintasan resmi, Aep juga menaruh perhatian pada maraknya perlintasan liar yang sering digunakan pengendara motor.
Ia mengimbau masyarakat untuk tetap mengutamakan keselamatan sembari pemerintah berkoordinasi dengan pihak stasiun dan PT KAI terkait pengamanan palang pintu.
Baca Juga:Penampakan Pelaminan Pengantin Brits Hotel Karawang & The Java Wedding yang Hadir di Wedding Expo KCP 2026Bupati Aep Mau Geber Layanan Dasar dan Peluang Kerja, Ekonomi Tumbuh 11,10 Persen tapi Masih Kurang Merata
Guna merealisasikan proyek skala besar ini, Pemkab Karawang akan melayangkan usulan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Langkah ini diambil sejalan dengan instruksi Presiden terkait percepatan penanganan perlintasan sebidang di seluruh Indonesia.
“Kita akan usulkan semuanya ke pusat. Mudah-mudahan bisa direalisasikan, meski tetap kita lihat kemampuan anggaran daerah,” pungkas Aep.(aufa)
