60 Penyanyi Adu Suara di Panggung HAPMI Karawang 2026, Sintia Widia Putri Keluar Sebagai Juara

Festival Dangdut HAPMI KARAWANG
Gelaran Festival Dangdut HAPMI Karawang 2026 sukses menyedot perhatian besar dari masyarakat dan pencinta musik melayu. Acara yang diinisiasi oleh Himpunan Artis Penyanyi dan Musisi Indonesia (HAPMI) Kabupaten Karawang
0 Komentar

KBEONLINE.ID KARAWANG – Gelaran Festival Dangdut HAPMI Karawang 2026 sukses menyedot perhatian besar dari masyarakat dan pencinta musik melayu. Acara yang diinisiasi oleh Himpunan Artis Penyanyi dan Musisi Indonesia (HAPMI) Kabupaten Karawang ini berlangsung meriah di Sky Garden KCP Mall Karawang pada Minggu (14/6/2026).

Memasuki tahun kedua pelaksanaannya, festival yang membuka pendaftaran secara gratis ini mencatat lonjakan peminat yang luar biasa. Kuota kepesertaan yang disediakan oleh panitia melalui sistem daring bahkan langsung habis diserbu pendaftar hanya dalam hitungan jam setelah resmi dibuka.

Ketua HAPMI Karawang, H. Achmad Djohansyah, menjelaskan bahwa kompetisi tarik suara ini telah menjadi agenda tahunan resmi organisasi. Langkah ini sengaja rutin diambil untuk memberikan ruang berekspresi sekaligus mendongkrak kualitas para penyanyi dangdut di tingkat daerah.

Baca Juga:Rajut Branding Connect: Kolaborasi Mahasiswa Unsika dan Disparpora Karawang Perkuat Branding Digital UMKMLangit Karawang Dipenuhi Cahaya Obor, Ribuan Masyarakat Rayakan Tahun Baru Islam 1448 H

“Ini festival dangdut tahun 2026 dan merupakan penyelenggaraan yang kedua. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda tahunan HAPMI dalam membina dan memberikan ruang bagi talenta-talenta seni musik, khususnya dangdut,” ujar Achmad, Senin (15/6).

Tingginya animo masyarakat sempat membuat panitia harus memutar otak dan menambah kuota kepesertaan. Dari rencana awal yang hanya menyediakan 50 kursi, pihak HAPMI akhirnya membuka 10 slot tambahan guna menampung antusiasme para pendaftar yang belum kebagian tempat.

“Begitu pendaftaran online dibuka, kuota 50 peserta langsung penuh dalam waktu beberapa jam. Karena antusiasme masih tinggi, kami membuka tambahan 10 slot sehingga total menjadi 60 peserta,” lanjut Achmad.

Dari total 60 pendaftar yang terverifikasi, tercatat 57 peserta yang akhirnya bertarung di atas panggung karena beberapa di antaranya berhalangan hadir. Menariknya, persaingan ketat tidak hanya didominasi talenta lokal, sebab sejumlah penyanyi dari Bekasi, Bandung, hingga Cirebon turut ambil bagian.

Bagi Achmad, kehadiran para peserta dari luar wilayah ini membuktikan bahwa musik dangdut masih memegang posisi kuat di hati masyarakat. Genre musik asli Indonesia ini dinilai telah berhasil menembus batas sosial dan digemari oleh semua kalangan tanpa memandang strata.

“Dangdut ini sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. Liriknya mudah dipahami dan musiknya mudah dinikmati. Sekarang dangdut sudah tidak mengenal kasta, semua kalangan menyukainya,” ungkapnya.

0 Komentar