KBEONLINE.ID – Ada wajah tak asing bagi masyarakat Karawang saat gambar iring-iringan operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Pemalang, Anom Widyantoro oleh KPK muncul ke publik. Dia adalah Muhammad Haris alias gus Haris. Orang yang punya rekam jejak dakwah, keluarga dan pergaulan di Karawang. Ia ikut terseret dalam pusaran kasus Anom, bahkan punya peran yang penting dan konstruksi kasusnya.
——-
Sejak tahun 2024, atau tepatnya pada saat Pilkada Pemalang, Gus Haris diketahui oleh beberapa orang dekatnya di Karawang memang lebih banyak menghabiskan waktu di Pemalang. Salah satunya untuk pemenangan calon kepala daerah. Namun di saat yang sama, jadwal kegiatannya di Karawang pun terbilang masih ada. Baik dari kegiatan dakwah, sebagian bahkan mengisi acara pemerintah daerah. Ataupun aktivitas dalam pergaulannya. Termasuk aktivitas bermusik. Ngeband.
“Iya, sejak itu memang setahu saya lebih banyak di sana,” kata sejumlah orang dekatnya.
Baca Juga:Terseret Kasus Penyelendupan Buronan, Ibu Pilot Karawang Ungkap Nasib Pilu AnaknyaPerkuat Pendidikan Vokasi, Sharp Indonesia Cetak SDM Siap Kerja dan Dukung SDGs
Seiring PIlkada 2024 usai. Calon kepala dan wakil kepala daerah yang ia usung menang, aktivitasnya pun makin banyak di Pemalang, atau Jawa Tengah. Tiba-tiba kemunculanya ikut diamankan oleh petugas KPK, membuat sebagian beasar koleganya di karawang kaget. Apalagi justru dia punya peran kunci dalam alur kasus yang menjerat Bupati Pemalang, Anom Widyantoro.
Awalnya, ada masyarakat Pemalang membuat laporan pengaduan (lapdu) dugaan suap proyek dan jual-beli jabatan di Pemkab Pemalang. Lapdu tersebut ditindaklnjuti dan telah masuk tahap penyelidikan. Anom panik. Dari situlah Gus Haris, yang memang setelah Pilkada Pemalang menjadi orang kepercayaan Anom berperan di kasus ini. Haris diminta oleh Anom berkomunikasi dengan orang tua salah seorang staff administrasi KPK. Orang tua itu bernama Lilik tokoh LSM di Jawa Tengah, yang kebetulan punya anak bekerja di KPK bernama Dias.
“Yaitu suap jual beli jabatan dan proyek di Pemerintah Kabupaten Pemalang,” ujar Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein di Gedung KPK, Kamis (30/7)
“Jadi background LBS ini LSM, dia memanfaatkan anaknya yang mungkin memiliki sedikit akses informasi di dalam (KPK),” timpal Taufik.
