KBEonline.id– Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kabupaten Karawang terus berinovasi untuk meningkatkan akses literasi masyarakat. Berbagai upaya, mulai dari peluncuran aplikasi “Si Kancil” hingga perluasan layanan Spot Baca, terus digaungkan agar masyarakat dapat menikmati bahan bacaan dengan lebih fleksibel, bahkan di luar jam operasional perpustakaan konvensional.
Kepala Disperpusip Karawang, Wahidin, menegaskan bahwa transformasi layanan ini merupakan respons proaktif terhadap perubahan perilaku masyarakat dalam mengakses informasi, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
“Sekarang tantangannya bukan hanya menyediakan buku, tapi bagaimana mendorong masyarakat punya kebiasaan membaca. Karena yang terjadi, banyak orang lebih sering mengakses konten pendek di gadget, bukan membaca secara mendalam,” ujar Wahidin, Kamis (7/5).
Baca Juga:Run for the Future, Sharp Indonesia Ajak Masyarakat Berlari untuk Masa Depan yang Lebih Sehat dan Lebih Baik2 WNA Dideportasi, Warga Rusia Tinggal di Majalaya, Warga Pakistan Jualan Kebab di Karawang
Wahidin menilai pendekatan literasi konvensional perlu disesuaikan dengan ritme kehidupan masyarakat Karawang yang dinamis, mengingat wilayah ini didominasi oleh pekerja industri.
“Karakteristik Karawang ini kan banyak pekerja pabrik, ritmenya cepat. Jadi pendekatan literasi tradisional kadang tidak lagi relevan. Makanya kita dorong pemanfaatan teknologi agar akses bacaan lebih mudah,” tambahnya.
Gayung bersambut, antusiasme masyarakat terhadap layanan perpustakaan pun terbilang tinggi. Hal ini diungkapkan oleh Gita, Pustakawan Disperpusip Karawang. Menurutnya, inovasi digital seperti Si Kancil dan Spot Baca lahir dari masukan masyarakat sendiri.
“Bahkan ada masyarakat yang meminta perpustakaan buka 24 jam. Karena itu kami inisiasi layanan digital seperti Si Kancil dan Spot Baca agar masyarakat tetap bisa mengakses bacaan meski perpustakaan tutup,” tutur Gita.
Untuk diketahui, aplikasi Si Kancil (Sahabat Inovasi Karawang Cinta Literasi) menyuguhkan ragam buku elektronik yang bisa diakses kapan saja. Sementara itu, Spot Baca Online hadir dalam bentuk barcode yang ditempatkan strategis di sejumlah titik kunci, memudahkan warga untuk memindai dan mengakses bacaan secara instan.
Beberapa titik strategis yang diproyeksikan bakal dipasangi Spot Baca Online antara lain Desa Barugbug (Jatisari), Warungbambu (Karawang Timur), Gombongsari (Rawamerta), Sukaharja (Telukjambe Timur), serta di Perpustakaan Daerah Karawang sendiri.
Keseriusan masyarakat Karawang dalam literasi juga diamini oleh Kepala Bidang Perpustakaan Disperpusip Karawang, Rina. Ia memaparkan tingginya angka kunjungan harian sebagai salah satu bukti.
