Safonov menjadi tembok kokoh yang membuat para pemain Bayern frustrasi. Ia berkali-kali melakukan penyelamatan penting, mulai dari peluang Luis Díaz hingga tembakan jarak jauh Aleksandar Pavlović.
Meski ditekan habis-habisan, PSG tetap mampu memberikan ancaman lewat skema counter attack cepat. Désiré Doué tampil berani dan beberapa kali menusuk pertahanan Bayern dengan kecepatannya. Salah satu aksinya bahkan memaksa Neuer melakukan penyelamatan gemilang di tiang dekat.
Tekanan tanpa henti Bayern akhirnya membuahkan hasil menjelang akhir pertandingan. Pada menit ke-89, Alphonso Davies melakukan penetrasi cepat dari sisi kiri sebelum mengirim bola ke tengah kotak penalti. Kane yang berdiri di posisi tepat langsung menyelesaikannya dengan tenang untuk membuat Allianz Arena kembali bergemuruh.
Baca Juga:Tidak Tayang di TV Nasional? Begini Cara Nonton Gratis Laga Semifinal Liga Champions Bayern vs PSGDisdik Kabupaten Bekasi Mulai Sosialisasi SPMB SD 2026, Orang Tua Wajib Simak Aturannya!
Gol tersebut membakar semangat Bayern. Mereka terus menekan di sisa waktu tambahan demi mencari satu gol lagi untuk memaksakan perpanjangan waktu. Bola demi bola terus dikirim ke area pertahanan PSG, namun lini belakang tim tamu tampil sangat disiplin.
Dipimpin Marquinhos dan William Pacho, pertahanan PSG mampu mematahkan semua upaya terakhir Bayern. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap bertahan 1-1.
Hasil itu cukup membawa PSG melangkah ke semifinal dengan agregat 6-5. Bayern memang tampil dominan dan penuh semangat juang, namun efektivitas PSG serta penampilan luar biasa Safonov menjadi pembeda dalam duel panas di Munich malam itu.
Tanpa Bintang Mereka Bermain Dengan Tim
Melihat cara bermain Paris Saint-Germain musim ini, memang wajar kalau banyak yang mulai menganggap mereka sebagai favorit kuat juara lagi. PSG sekarang bukan lagi tim yang hanya mengandalkan nama besar atau aksi individu semata. Mereka terlihat jauh lebih matang, kolektif, dan rela bekerja untuk satu sama lain.
Lini belakang mereka benar-benar berubah jadi tembok kokoh. Kehadiran Marquinhos sebagai pemimpin membuat pertahanan lebih tenang dan disiplin. Lalu ada William Pacho yang tampil agresif dan kuat dalam duel. Di sisi sayap, Achraf Hakimi dan Nuno Mendes benar-benar paket lengkap. Mereka cepat saat bertahan, tapi juga sangat berbahaya ketika membantu serangan. Tidak banyak tim yang punya fullback sekomplet itu saat ini.
