KBEONLINE.ID BOGOR — Kalau ngomongin wisata kuliner di Bogor, banyak orang mungkin langsung kepikiran puncak atau tempat nongkrong hits. Tapi buat pecinta durian sejati, kawasan Kecamatan Rumpin sekarang justru lagi jadi tujuan favorit yang diam-diam diburu banyak orang.
Di sini, sensasi makan durian terasa jauh berbeda dibanding beli di pinggir jalan kota besar. Durian-durian yang dijual mayoritas merupakan durian jatuh pohon, alias dipanen alami saat benar-benar matang dari pohonnya. Hasilnya? Aroma lebih kuat, rasa lebih legit, dan tekstur dagingnya bikin susah berhenti makan.
Tidak sedikit pengunjung yang awalnya cuma ingin “icip satu,” malah pulang bawa beberapa karung durian. Apalagi suasana pedesaan Rumpin yang masih hijau dan adem bikin aktivitas makan durian terasa seperti healing singkat dari penatnya suasana kota.
Baca Juga:RM Abah Sindang Heula Subang : Rumah Makan Sunda dengan View Sawah yang Bikin Betah Makan Berlama-lamaAnda Mau Beli Motor Bagus dan Berkulitas? Begini Tips Lengkap Agar Anda Tidak Tertipu
Durian Kuning Mentega yang Bikin Ketagihan
Salah satu alasan Durian Rumpin terus diburu adalah rasa buahnya yang khas banget. Dagingnya tebal, lembut, legit, dengan sedikit rasa pahit di akhir yang justru jadi ciri durian lokal berkualitas.
Warna daging buahnya rata-rata kuning pekat seperti mentega. Saat dibuka, aromanya langsung keluar dan bikin siapa pun susah menolak buat segera nyicip. Banyak pembeli bilang rasa durian di sini lebih “nendang” dibanding durian biasa yang dijual di kota.
Menariknya lagi, sebagian besar pohon durian di kawasan Rumpin merupakan pohon tua berusia puluhan tahun. Karena itulah rasa buahnya terasa lebih manis alami dan punya karakter yang khas di lidah.
Baru Masuk Rumpin, Aroma Duriannya Sudah Tercium
Perjalanan menuju Rumpin juga jadi pengalaman seru tersendiri. Dari arah Parung, suasana perlahan berubah dari keramaian kota menjadi hamparan sawah hijau dan jalan desa yang tenang.
Semakin masuk kawasan Rumpin, lapak-lapak durian mulai terlihat di pinggir jalan. Tumpukan durian segar berjajar di depan rumah warga, bahkan beberapa penjual langsung duduk di dekat kebun sambil menawarkan durian yang baru jatuh semalam.
Banyak pengunjung sengaja berhenti di titik-titik tertentu hanya karena mencium aroma durian yang sangat kuat. Suasana seperti ini jarang ditemukan kalau beli durian di supermarket atau kota besar.
