Terkait anggaran, Wawan menegaskan bahwa Pemkab Karawang tidak menemui kendala untuk pembiayaan fisik bangunan sekolah baru. Namun, tantangan terbesar struktur birokrasi saat ini terletak pada pembebasan anggaran dan regulasi pengadaan tanah, terutama karena tim appraisal biasanya menetapkan harga beli pemerintah di bawah harga pasar sehingga membutuhkan negosiasi mendalam dengan pemilik hak milik.
Wawan yang menargetkan masa akhir jabatan pada tahun depan berharap sengketa kepemilikan dan legalitas alas hak tanah relokasi ini dapat dituntaskan sebelum masa jabatannya berakhir.
“Jadi intinya yang saya kejar tahapannya adalah pengadaan atau kejelasan dari tanah, alternatif itu. Saya punya targetlah istilahnya mah, tahun depan saya akan pensiun, saya ingin minimal gitu kan ada kejelasan,” tegas Wawan.
Baca Juga:Pupuk Kujang Gandeng Bogasari Tingkatkan Keterampilan Tata Boga Warga CikampekLautan Biru dari Karawang! 15 Bus Bobotoh Akan Berangkat Kawal Maung Bandung Juara
Langkah responsif dari jajaran dinas ini disambut baik dan penuh rasa syukur oleh pihak sekolah. Kepala Sekolah SDN Adiarsa Timur 1, Aas, mengungkapkan rasa terima kasih atas kehadiran langsung pejabat berwenang ke lokasi untuk melihat kondisi ruang kelas serta memberikan perhatian serius pada nasib sekolah yang dipimpinnya setelah bertahun-tahun tanpa kepastian.
“Harapan saya tuh dari pejabat tuh lihat ke sini langsung, melihat kondisi kita itu seperti apa di ruangan-ruangan ini kan, sudah kelihatan. Mudah-mudahan dengan adanya usaha dari beliau nih ya, Pak Wawan mungkin bisa dengan kedekatan dengan Bupati mungkin juga bisa direalisasikan sudah berapa kali sudah berapa Bupati katanya, baru sekarang respon seperti ini nyampe,” pungkas Aas.(aufa)
