Pendaftaran jalur domisili dijadwalkan berlangsung pada 1–6 Juli 2026. Namun berbeda dengan sebelumnya, sistem tahun ini tidak lagi hanya melihat alamat administratif semata. Seleksi zonasi akan menggunakan koordinat GPS rumah peserta yang dihitung langsung menuju sekolah tujuan. Sistem digital tersebut dirancang untuk mengurangi praktik manipulasi alamat demi mengejar sekolah favorit.
Pengumuman hasil jalur zonasi akan dilakukan pada 8 Juli 2026, kemudian peserta yang dinyatakan lolos diberikan waktu daftar ulang pada 8–10 Juli 2026. Setelah seluruh tahapan selesai, siswa akan memulai tahun ajaran baru secara resmi pada 13 Juli 2026 sebagai hari pertama masuk sekolah.
Perubahan sistem ini membuat orang tua harus lebih teliti dalam mempersiapkan data tempat tinggal. Ketidaksesuaian alamat antara dokumen administrasi dengan lokasi aktual rumah dapat memicu kendala saat proses verifikasi berlangsung.
Baca Juga:Peringati Harkitnas 2026, Pemkab Karawang Tekankan Pentingnya Kedaulatan dan Perlindungan Generasi BangsaKabar Gembira untuk Karawang! Nonton di CGV Bisa Dapat 2 Tiket Cuma Bayar 1
Aturan Kartu Keluarga Jadi Sorotan, Jangan Sampai Baru Dicek Saat Sudah Terlambat
Salah satu aturan yang paling banyak menjadi perhatian dalam SPMB Jawa Barat 2026 adalah soal penggunaan Kartu Keluarga (KK), khususnya untuk jalur domisili atau zonasi. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan aturan yang jauh lebih ketat guna menghindari perpindahan alamat mendadak hanya demi mengejar sekolah tertentu.
Dalam aturan terbaru, KK yang digunakan wajib telah diterbitkan minimal satu tahun sebelum masa pendaftaran dibuka. Dengan kata lain, keluarga yang baru pindah alamat atau baru mengubah data administrasi perlu memastikan apakah dokumen mereka memenuhi syarat atau tidak.
Banyak orang tua sering kali baru menyadari persoalan administrasi saat masa verifikasi sudah berjalan. Padahal, pengecekan sederhana terhadap tanggal penerbitan KK bisa dilakukan jauh hari sebelum proses pendaftaran dimulai. Langkah kecil seperti ini justru bisa menyelamatkan peluang anak untuk tetap mengikuti jalur domisili tanpa hambatan.
Jika ditemukan masalah administrasi, orang tua disarankan segera berkonsultasi dengan pihak sekolah asal atau dinas pendidikan agar memperoleh solusi sesuai regulasi yang berlaku.
Kuota SPMB Berubah Drastis, Jalur Prestasi Kini Punya Peluang Lebih Besar
Perubahan besar lain yang cukup mengejutkan pada SPMB Jawa Barat 2026 adalah komposisi pembagian kuota penerimaan siswa baru. Jika tahun sebelumnya jalur zonasi sangat mendominasi, kini pemerintah melakukan penyesuaian agar peluang masuk sekolah menjadi lebih merata.
