kbeonline.id – Madura United FC akhirnya bisa bernapas lega. Tim berjuluk Laskar Sape Kerrab itu memastikan tetap berlaga di BRI Super League musim depan setelah meraih kemenangan penting 2-0 atas PSM Makassar di Stadion Gelora Bangkalan (SGB), Sabtu (23/5/2026).
Laga terakhir musim ini memang menjadi penentuan nasib bagi Madura United. Di bawah tekanan untuk mengamankan posisi mereka di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, tim tuan rumah mampu menjawab tantangan dengan performa yang efektif dan penuh semangat.
Sosok yang paling bersinar dalam pertandingan tersebut adalah Junior Brandao. Penyerang asal Brasil itu tampil sebagai pembeda lewat dua gol yang dicetaknya pada menit ke-43 dan 54. Brace tersebut bukan hanya membawa Madura United meraih kemenangan, tetapi juga memastikan mereka terhindar dari ancaman degradasi.
Baca Juga:Rekap Pekan ke-34 Super League: Tangis Persis Solo, Pesta Persib Bandung! Drama Besar Tutup Musim Super LeagueHasil Super League: Borneo FC Menang 7-1, Namun Gelar Juara Melayang karena Kalah Head-to-Head dari Persib
Finis di Posisi Aman
Tambahan tiga poin membuat Madura United menutup musim dengan koleksi 35 poin. Raihan tersebut menempatkan mereka di posisi ke-14 klasemen akhir, dua tingkat di atas zona degradasi.
Hasil ini terasa sangat berharga mengingat persaingan di papan bawah berlangsung ketat hingga pekan terakhir. Satu kesalahan kecil saja bisa mengubah nasib sebuah tim. Namun, Jordy Wehrmann dan rekan-rekannya mampu menunjukkan mentalitas kuat saat dibutuhkan.
Presiden Madura United, Achsanul Qosasi, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya setelah tim berhasil mencapai target utama mereka musim ini.
“Alhamdulillah, Alhamdulillah, Madura United masih di BRI Super League. Ini berkat semuanya, berkat semuanya,” ujarnya singkat.
Persib Juara, Tiga Tim Turun Kasta
Sementara Madura United merayakan keberhasilan bertahan, persaingan di papan atas juga telah menemukan pemenangnya. Persib Bandung resmi menjadi juara BRI Super League 2025-2026 setelah mengakhiri musim dengan 79 poin. Gelar tersebut terasa istimewa karena menjadi trofi liga ketiga secara beruntun bagi Maung Bandung.
Di sisi lain, tiga tim harus menerima kenyataan pahit turun kasta. Persis Solo, Semen Padang FC, dan PSBS Biak menjadi penghuni tiga posisi terbawah klasemen hingga akhir musim dan dipastikan bermain di level yang lebih rendah pada musim mendatang.
