Daging Kurban Pemkab Karawang Mau Disebar ke Desa-desa Rawan Stunting

Stunting
Angka stunting Jabar turun
0 Komentar

Selain itu, kontribusi signifikan juga datang dari Bank BJB Karawang yang menyumbangkan 6 ekor sapi dan 14 ekor kambing, diiringi harapan agar komitmen serupa juga terus mengalir dari mitra perbankan lain seperti Bank BTN.

Di sisi lain, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Karawang, Aep Saepudin, menjelaskan rincian mengenai sebaran data donatur.

Dari total 53 ekor sapi yang telah diterima hari ini, sebanyak 11 ekor berasal dari bagian Kesra dan 42 ekor lainnya bersumber dari kontribusi berbagai perusahaan yang beroperasi di wilayah Karawang.

Baca Juga:Ayah Biadab di Telukjambe, Cabuli Anak Kandung Hasil Bayi Tabung, Selingkuh dan Tularkan Penyakit SeksualPolisi Mulai Turun Selidiki Para Penipu Lowongan Kerja Berbayar Rp 5 Juta di Karawang

Aep juga menambahkan bahwa pengumpulan dari sektor swasta tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatatkan 23 ekor sapi dari perusahaan, 11 ekor dari Kesra, dan 10 ekor dari Aparatur Sipil Negara (ASN).

Di samping itu, pengumpulan hewan kurban dari kalangan ASN pada tahun ini melonjak drastis hingga mencapai total 25 ekor.

Pihak panitia menegaskan bahwa penyaluran hewan kurban dari ASN kali ini disinergikan dengan program prioritas Bupati yang berfokus pada penanganan stunting.

Hewan kurban tersebut didistribusikan langsung ke tingkat kecamatan melalui jembatan koordinasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Karawang.

“Sekarang untuk para ASN terhimpun 25. Tapi distribusinya dengan program Bupati, untuk membantu menyelesaikan masalah stunting. Sehingga yang 25 ekor dari para ASN ini, namanya ASN Berbagi di Lingkungan, didistribusikan langsung ke kecamatan lewat Baznas,” jelas Aep.

Penyaluran bersasaran tersebut didasarkan pada data by name by address atau Calon Penerima dan Calon Lokasi (CPCL) yang valid per desa dan kecamatan. Alokasi daging kurban ini difokuskan kepada dua kelompok sasaran utama, yakni balita di atas usia dua tahun yang mengalami stunting (disertai edukasi metode memasak) serta kelompok ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK).(aufa)

0 Komentar