kbeonline.id – PSM Makassar menghadapi situasi sulit jelang Super League 2026-2027. Satu per satu pemain inti mulai meninggalkan klub, membuat Juku Eja diprediksi bakal melakukan perombakan besar pada musim depan.
Pilar Utama Mulai Tinggalkan Tim
Kondisi ini makin rumit setelah PSM terkena sanksi larangan transfer dari FIFA, ditambah performa tim musim lalu yang sempat berada dekat zona degradasi. Kombinasi masalah finansial dan ketidakpastian skuad membuat suasana di internal klub jadi kurang ideal.
Kabar paling menyita perhatian datang dari sang kapten, Yuran Fernandes. Bek asal Cape Verde itu resmi berpisah setelah empat musim membela PSM. Tak butuh waktu lama, Persebaya Surabaya langsung mengumumkan perekrutannya.
Baca Juga:Carlos Pena Evaluasi Musim Persita: Inkonsisten di Akhir Jadi Catatan BesarStatistik Bicara, Mauricio Yakin Persija Masih Jadi Tim Paling Berbahaya
Kehilangan Yuran jelas jadi pukulan berat. Selama ini ia dikenal sebagai salah satu bek asing paling konsisten di Liga Indonesia, terutama dalam duel udara dan kepemimpinannya di lini belakang.
Aloisio Neto dan Pemain Asing Lain Terancam Pergi
Tak hanya Yuran, tandemnya di lini pertahanan, Aloisio Neto, juga dirumorkan akan menyusul ke Persebaya. Jika benar terjadi, chemistry kuat yang selama ini menjadi kekuatan pertahanan PSM otomatis ikut hilang.
Musim lalu Neto tampil stabil dengan 30 pertandingan, mencatat satu gol dan satu assist. Kehilangan dua bek utama sekaligus tentu memaksa PSM membangun ulang sektor pertahanan dari nol.
Situasi serupa juga dialami pemain asing lainnya seperti Jacques Medina, Alex Tanque, dan Savio Roberto. Kontrak ketiganya habis akhir Mei 2026 dan masa depan mereka masih belum jelas.
Secara statistik, kontribusi Savio dan Alex memang belum terlalu memuaskan. Savio hanya mencetak empat gol dan satu assist, sedangkan Alex Tanque mengoleksi enam gol dan tiga assist sepanjang musim.
Krisis Finansial Jadi Masalah Besar
Masalah utama PSM tampaknya bukan sekadar performa di lapangan. Klub ini tercatat menerima enam sanksi dari FIFA akibat dugaan tunggakan gaji pemain dan pelatih.
Sanksi terbaru membuat PSM dilarang mendaftarkan pemain baru selama tiga periode transfer. Situasi ini jelas menyulitkan klub mencari pengganti di tengah eksodus pemain yang terus terjadi.
