kbeonline.id – Gelandang bertahan Arema FC, Matheus Blade, menutup musim BRI Super League 2025-2026 dengan pencapaian individu yang membanggakan. Pemain asal Brasil itu tercatat sebagai pemain dengan jumlah tekel terbanyak sepanjang musim, membuktikan peran pentingnya dalam menjaga keseimbangan permainan Singo Edan.
Dari 30 pertandingan yang dijalani bersama Arema FC, Matheus berhasil mencatatkan 100 tekel. Angka tersebut menjadi yang tertinggi di kompetisi dan unggul cukup jauh dari para pesaingnya.
Di posisi kedua ada Ricky Fajrin dari Bali United yang mengoleksi 91 tekel. Sementara gelandang Persik Kediri, Imanol Garcia, berada di urutan ketiga dengan 88 tekel. Adapun pemain lain yang masuk 10 besar rata-rata mencatatkan 60 hingga 70 tekel sepanjang musim.
Baca Juga:Patrick Robson Tolak Persib Bandung, Pilih Dekati Klub KuwaitJay Idzes Absen di FIFA Matchday, Herdman Utamakan Pemulihan Cedera
Peran Penting di Lini Tengah
Matheus mengaku senang dengan pencapaian tersebut. Baginya, statistik itu menjadi bukti bahwa dirinya selalu berusaha memberikan kontribusi maksimal setiap kali dipercaya tampil.
“Saya rasa ini merupakan salah satu bentuk kontribusi saya terhadap tim ini,” ujar pemain bernomor punggung 26 tersebut.
Menurut Matheus, tugasnya di lapangan tidak hanya sebatas mengalirkan bola atau membantu membangun serangan dari lini tengah. Di bawah arahan pelatih Marcos Santos, ia juga memiliki tanggung jawab besar untuk memutus alur serangan lawan dan melindungi pertahanan tim.
Peran itulah yang membuatnya harus sering terlibat duel serta melakukan tekel dalam berbagai situasi pertandingan.
Tak Ingin Cepat Puas
Meski sukses menjadi pemain dengan tekel terbanyak, Matheus mengaku selalu berhati-hati saat mengambil keputusan untuk merebut bola. Ia belajar dari pengalaman ketika beberapa kali menerima kartu kuning bahkan kartu merah akibat tekel yang kurang sempurna.
Karena itu, ia terus melakukan evaluasi dan memperbaiki teknik bertahannya saat latihan agar bisa lebih efektif tanpa melanggar aturan.
Bagi Matheus, pencapaian musim ini bukan alasan untuk berpuas diri. Pemain berusia 29 tahun tersebut justru termotivasi untuk tampil lebih baik lagi pada musim mendatang.
Baca Juga:Menuju Piala AFF 2026, John Herdman Siapkan Timnas Indonesia dengan SeriusDukungan Bobotoh Jadi Energi Tambahan Frans Putros Menuju Piala Dunia 2026
Ia berharap bisa menjaga konsistensi, baik saat membantu pertahanan maupun mendukung serangan, sehingga kontribusinya dapat membantu Arema FC meraih lebih banyak kemenangan.
