KBEONLINE.ID KARAWANG – Inovasi di bidang pelestarian budaya terus lahir dari tangan generasi muda. Firman Sugianto Putra (26), seorang lulusan Akademi Teknik Mesin Industri (ATMI) Cikarang, sukses menciptakan Kompor Batik Listrik hemat energi. Inovasi ini dirancang khusus untuk memodernisasi sekaligus mempermudah kegiatan membatik, baik di lingkungan sekolah maupun pelatihan masyarakat.
Firman, yang kini menjabat sebagai Direktur PT Cinta Batik Karawang sekaligus karyawan di PT Adyasa Stamping Industries Karawang, memanfaatkan latar belakang teknik industrinya untuk menjawab keresahan para pengrajin. Mengingat harga minyak tanah yang kian melambung dan langka, ia menciptakan alternatif kompor yang lebih efisien dan aman.
“Kompor ini dibuat supaya membatik lebih aman, nyaman, dan hemat energi, terutama untuk kegiatan pelatihan di sekolah,” ujar Sugianto, pengrajin batik dari Sanggar Putri Damar Batik Karawang sekaligus ayah Firman, Rabu (3/6).
Baca Juga:Mentorship 360 Karawang Harus Diperkuat Klaster Hukum untuk Lindungi Pelaku UMKMPerkuat Kepercayaan Publik, Instansi Kesehatan se-Karawang Komitmen Tolak KKN Lewat Pakta Integritas
Berbeda dengan kompor batik listrik di pasaran yang umumnya mengonsumsi daya besar, kompor merek CBK (Cinta Batik Karawang) ini hanya membutuhkan daya maksimal 40 watt dengan tegangan 220 volt AC.
Selain hemat listrik, teknologi ini mampu menjaga kestabilan suhu malam (lilin batik) secara optimal. Karena tidak menghasilkan asap dan meminimalisasi risiko panas berlebih, kompor ini sangat ideal dan aman digunakan oleh para siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler secara berkelompok.
“Inovasi ini memang kami arahkan untuk mendukung pelatihan di sekolah-sekolah dan kegiatan pengembangan bakat siswa,” tambah Sugianto.
Kompor buatan PT Cinta Batik Karawang ini dirancang portabel, ringan, dan memiliki diameter sekitar 15 sentimeter dengan material dudukan berbahan stainless steel. Guna menjamin kualitas, produk lokal ini juga dilengkapi dengan garansi selama dua bulan.
Saat ini, kompor batik listrik CBK dipasarkan dalam dua varian model: Model Dudukan Kayu, Dilengkapi laci penyimpanan untuk canting, malam, dan pewarna, dibanderol seharga Rp215.000. Model Dudukan Stainless Steel: Ditawarkan dengan harga yang lebih ekonomis, yaitu Rp155.000.
Inovasi ramah kantong ini mulai diminati pasar. Sugianto membeberkan bahwa produknya sudah mulai digunakan di berbagai pelatihan, bahkan salah satu sanggar seni telah memesan puluhan unit untuk kebutuhan praktik.
