“Kami lebih mengedepankan persaudaraan dan kekeluargaan. Melalui kegiatan ini kami ingin mempererat silaturahmi sekaligus mengenalkan olahraga rekreasi berbasis budaya kepada masyarakat,” ungkap Herman.
Ia berharap sepeda tua tidak hanya dipandang sebagai alat transportasi masa lalu, tetapi juga sebagai bagian dari sejarah dan identitas budaya yang perlu diwariskan kepada generasi muda.
“Dengan sepeda tua, kita lestarikan budaya dan peninggalan leluhur. Jangan sampai warisan ini punah dan dilupakan oleh generasi mendatang,” pungkasnya. (Siska)
