KBEONLINE.ID KARAWANG – Menyusul kebijakan pemadaman listrik bergilir yang dilakukan PT PLN secara serentak di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Karawang, Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh meminta agar pasokan listrik untuk rumah sakit dan fasilitas pelayanan publik menjadi prioritas. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memastikan pelayanan dasar kepada masyarakat tetap berjalan optimal di tengah pelaksanaan pemadaman.
Bupati Aep mengatakan, dirinya telah berkoordinasi dengan Manajer PLN Karawang terkait pelaksanaan pemadaman bergilir. Dari hasil koordinasi tersebut, ia memperoleh penjelasan bahwa kebijakan itu merupakan bagian dari pemadaman serentak yang diterapkan di berbagai wilayah.
“Saya juga sudah menyampaikan kepada Manajer PLN Karawang. Karawang ini kota industri, dan kemarin pihak PLN sudah menjelaskan bahwa pemadaman bergilir dilakukan secara serentak,” ujarnya, Jumat (19/6).
Baca Juga:Dana Darurat: Berapa yang Harus Disiapkan? Simulasi Gaji Rp5 Juta untuk Pekerja Cikarang, Karawang, dan BekasiBanyak yang Belum Tahu? Ternyata Air Minum Warga Jakarta Berasal dari Purwakarta! Begini Perjalanan Panjangnya
Meski demikian, ia meminta PLN memberikan perhatian khusus terhadap objek-objek vital yang menyelenggarakan pelayanan langsung kepada masyarakat agar aktivitas warga tidak terganggu, terutama pada pagi hari saat masyarakat mulai beraktivitas.
Menurutnya, rumah sakit, puskesmas, dan PDAM merupakan layanan publik yang harus diprioritaskan karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.
“Saya minta layanan seperti puskesmas dan PDAM jangan sampai padam, apalagi pada pagi hari saat masyarakat mulai beraktivitas,” katanya.
Ia menegaskan, sektor kesehatan harus menjadi skala prioritas dalam pengaturan pemadaman listrik bergilir. Ia berharap pelayanan medis tetap berjalan tanpa hambatan sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan secara optimal.
“Skala prioritasnya kesehatan. Pokoknya rumah sakit tidak boleh padam,” tegasnya.
Selain itu, Bupati Aep juga menyoroti potensi dampak pemadaman terhadap pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang saat ini masih berlangsung. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Karawang telah melakukan langkah-langkah antisipasi agar proses pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.
“Termasuk SPMB juga jangan sampai terhambat. Tapi ini bukan hanya terjadi di Karawang saja, dan kita sudah melakukan langkah antisipasi,” ucapnya.
Ia menambahkan, apabila terjadi kendala dalam proses SPMB akibat pemadaman listrik, waktu pelayanan dapat disesuaikan atau diperpanjang agar seluruh masyarakat tetap memperoleh kesempatan yang sama dalam proses pendaftaran.
