Di akhir penjelasannya, dr. Nurmala menekankan bahwa investasi terbesar dalam penanganan masalah gizi ini terletak pada aspek preventif. Upaya pencegahan dinilai jauh lebih efisien dan berdampak jangka panjang bagi masa depan daerah.
“Lebih baik mencegah daripada mengobati. Kalau sudah terjadi stunting, penanganannya jauh lebih sulit. Peran keluarga sangat penting karena pencegahan tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri,” pungkasnya.(Aufa)
