UMKM di Karawang Keluhkan Pemadaman Listrik, Omzet Turun hingga 40 Persen

UMKM Cafe Karawang
Pemadaman listrik yang terjadi berulang kali di sejumlah wilayah Kabupaten Karawang kembali dikeluhkan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan omset turun drastis
0 Komentar

KBEONLINE.ID ‎KARAWANG – Pemadaman listrik yang terjadi berulang kali di sejumlah wilayah Kabupaten Karawang kembali dikeluhkan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satu yang terdampak adalah usaha gabungan kafe dan fasilitas pencucian mobil (car wash) yang mengalami penurunan omzet cukup signifikan akibat gangguan pasokan listrik tersebut.‎‎Manajer operasional usaha tersebut, Via, mengatakan dalam sepekan terakhir wilayah tempat usahanya beroperasi telah mengalami pemadaman listrik sebanyak tiga kali. Durasi pemadaman pun cukup lama, yakni berkisar antara tiga hingga empat jam.‎‎”Setiap hari dalam tiga sampai empat jam pasti ada mati listrik. Entah dari jam 10 pagi sampai jam 1 siang, atau dari jam 1 siang sampai jam 5 sore,” ujar Via.

‎Menurutnya, pemadaman listrik yang terjadi pada jam-jam operasional sangat berdampak terhadap aktivitas bisnis. Seluruh layanan usaha tidak dapat berjalan normal sehingga pendapatan harian mengalami penurunan yang cukup drastis.‎‎Meski enggan menyebutkan nominal kerugian secara rinci, Via mengaku omzet usahanya merosot hingga 40 persen akibat gangguan listrik yang terjadi berulang kali.‎‎”Kalau kerugian lumayan. Pendapatan berkurang sekitar 30 sampai 40 persen,” katanya.‎‎Keluhan serupa juga disampaikan Ketua Umum BPC HIPMI Karawang, David. Ia menilai pemadaman listrik yang terjadi di berbagai wilayah sangat mengganggu aktivitas dunia usaha, khususnya sektor industri yang sangat bergantung pada pasokan listrik yang stabil.‎‎”Banyak teman-teman pengusaha yang menyampaikan keluhan kepada kami. Pemadaman listrik ini sangat mengganggu operasional usaha, terutama bagi sektor industri yang sangat bergantung pada pasokan listrik yang stabil,” ujar David.‎‎Menurutnya, listrik merupakan kebutuhan dasar bagi dunia usaha. Karena itu, setiap pemadaman seharusnya dapat diinformasikan lebih awal dan dijadwalkan dengan mempertimbangkan jam-jam produktif agar tidak menghambat aktivitas ekonomi masyarakat.‎‎David berharap PLN dapat meningkatkan kualitas pelayanan serta memberikan kepastian kepada pelanggan, terutama pelaku usaha yang membutuhkan keandalan pasokan listrik untuk menjaga produktivitas dan keberlangsungan bisnis.‎‎”Pengusaha tentu memahami jika ada perbaikan atau gangguan teknis. Namun yang menjadi perhatian adalah dampaknya terhadap kegiatan usaha. Kami berharap ada komunikasi yang lebih baik dan langkah antisipasi agar dunia usaha, khususnya sektor industri, tidak terlalu dirugikan. Karena satu jam saja listrik padam, kerugiannya bisa sangat besar,” tegasnya.(Aufa)

0 Komentar