SEPERTI banyak kasus yang kita ketahui, di kalangan remaja saat ini sering kali terjadi tawuran antarpelajar, kasus pencurian, perampokan, bahkan pembunuhan. Sebagai generasi muda, seharusnya Anda juga turut berkontribusi dalam mencegah dan mengurangi angka kriminalitas yang sering terjadi saat ini. Bagaimana caranya?
Cara mencegah dan menanggulangi kasus seperti di atas adalah dengan memperkuat dan mengajarkan pelajaran moral kepada anak bangsa, terutama di kalangan remaja (pelajar). Mengubah generasi yang sudah terlanjur tua akan lebih sulit dibandingkan dengan mengubah generasi yang lebih muda.
Dengan demikian, bagi bapak ibu (orang tua), kini saatnya untuk lebih memberikan pendidikan moral sejak dini. Karena anak-anak kita akan menjadi harapan masa depan bangsa. Lebih jelasnya pendidikan moral ini merupakan tanggungjawab kedua orang tua, bukan sekadar mengandalkan pendidikan moral dari sekolah.
Baca Juga:Tabel Angsuran KUR BRI 2026 Plafon Rp100 Juta Tenor 1-5 Tahun, Cek Syarat dan Pengajuan Modal di Sini!Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini Kamis, 25 Juni 2026 Tak Bergerak, Berapa Buybacknya?
Adapun cara paling mudah untuk menanamkan moral adalah dengan menceritakan berbagai macam cerita yang berisikan nilai-nilai moral. Salah satu cerita rakyat yang berisi nilai moral adalah cerita rakyat Malin Kundang.
Di dalam kisah Malin Kundang, anak akan memahami bahwa hormat pada orang tua adalah hal yang sangat penting. Selain itu, anak-anak yang sangat menyukai berbagai dongeng dari luar negeri juga dapat menceritakan tentang kisah tikus dan burung hantu dari cerita rakyat Jepang.
Cerita tersebut memiliki pendidikan moral berupa jangan pernah mengambil sesuatu yang menjadi hak orang lain (bukan haknya). Walaupun tujuannya hanya meminjam, tetapi perlu untuk terlebih dahulu meminta izin.
Cerita itu juga mengajarkan moral kepada anak-anak akan pentingnya untuk menepati janji. Dengan menceritakan berbagai macam dongeng setiap harinya, maka akan banyak sekali pendidikan moral yang dicerna oleh anak-anak. (*)
